HarianBernas.com — Salah satu hewan yang paling terkenal dari Kutub Selatan adalah penguin. Hewan yang aslinya merupakan sejenis burung ini memang memiliki penampilan yang sangat khas. Tubuhnya berpostur tegak layaknya manusia dengan tubuh berwarna hitam putih.
Melihat habitat penguin yang ada di ujung selatan bumi, mungkin sebagian dari anda ada yang merasa penasaran. Bagaimana caranya hewan ini bisa bertahan hidup tanpa kedinginan? Padahal manusia saja harus memakai pakaian yang sangat tebal supaya bisa tetap hangat.
Penguin ternyata punya ?baju hangat? versinya sendiri. Baju hangat itu adalah lapisan bulunya yang tebal. Penguin memiliki struktur jalinan bulu yang sangat rapat untuk mencegah kulitnya terpapar langsung oleh udara dan air dingin. Jumlah helai bulu yang tumbuh pada kulit penguin mencapai 100 helai per incinya.
?Perlengkapan? penguin untuk mengatasi udara dingin bukan hanya pada bulunya. Di bawah kulitnya, penguin memiliki lapisan lemak yang ketebalannya mencapai 3 cm. Selain untuk menjaga agar penguin tetap hangat, lapisan lemak tersebut juga berguna sebagai cadangan makanan ketika penguin jantan berpuasa sambil mengerami telurnya. Penguin juga memiliki kebiasaan membentuk gerombolan yang rapat dan berjejal-jejal ketika badai salju tiba.
Tebalnya lapisan bulu dan lemak yang dimiliki penguin membuat hewan yang bersangkutan terlihat kikuk saat berjalan di darat. Namun hal tersebut bukan masalah bagi penguin karena hewan ini merupakan perenang yang sangat lincah di laut tempatnya mencari makan. Penguin juga bisa meluncur di atas lapisan es dengan memakai perutnya ketika ingin bergerak cepat di darat.
