JAKARTA, HarianBernas.com– Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) tegaskan negara butuh stabilitas keamanan dan politik agar mendukung percepatan implementasi kebijakan pendorong perekonomian, Kamis (28/7).
“Sekarang dibutuhkan perubahan kebijakan yang cepat agar bisa cepat mengantisipasi tekanan ekonomi. Stabilitas keamanan, stabilitas politik dibutuhkan Indonesia saat ini,” tegas Presiden Jokowi dalam pidato di acara penutupan Rapimnas Golkar di Istora Senayan, Jakarta, Kamis malam.
Realita yang dihadapi dunia saat ini, yaitu sebuah kondisi ekonomi yang sulit dengan geopolitik yang tidak mendukung sehingga seluruh negara alami tekanan ekonomi. Tidak ada satu negara yang lolos dari tekanan ekonomi.
?Ada ekonominya yang turun satu persen, dua persen, ada yang minus. Itulah tekanan yang ada dan juga menekan negara kita Indonesia,” jelas Jokowi.
Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi berterima kasih kepada partai politik karena saat ini mendukung kebijakan-kebijakan pemerintah. Jokowi berharap Partai Golkar akan terus konsisten mendukung kebijakan-kebijakan pemerintah Kini banyak investor dan pengusaha yakin bahwa stabilitas politik nasional sangat baik.
“Ini patut kita syukuri,” kata dia.
Rabu (27/7), Presiden Jokowi mengumumkan reshufle dengan masuknya beberapa tokoh mulai dari Jenderal TNI Purnawirawan Wiranto sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) untuk menggantikan Luhut Binsar Pandajitan hingga politisi Partai Golkar Airlangga Hartarto menjadi Menteri Perindustrian menggantikan Saleh Husen.
Jika Airlangga Hartarto menjadi politisi Golkar yang baru menjadi tokoh “pohon beringin” masuk ke dalam timnya Jokowi dan Kalla maka politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Asman Abnur sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menggantikan Yuddy Chrisnandi.
