JAKARTA, HarianBernas.com – Sektor industri berpeluang besar untuk memanfaatkan energi terbarukan di masa mendatang, Senin (26/7/16).
“Peluangnya sangat banyak di industri,” jelas Lintong Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Industri Hijau dan Lingkungan Hidup, Kementerian Perindustrian setelah menemani Menteri Perindustrian Saleh Husin menerima Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) di Jakarta.
Lintong menyebut industri di Indonesia sudah saatnya bersiap menggunakan energi terbarukan di masa mendatang. Yang sudah dirintis, yaitu biomassa. industri juga memiliki kesempatan memproduksi komponen penunjang energi terbarukan.
Beberapa industri dalam negeri telah memproduksi panel surya, travo, dan aki. Untuk itu, Kemenperin akan menarik investasi agar memproduksi komponen penunjang energi terbarukan. Kita harus siap-siap. Jangan nanti kita sudah terlalu jenuh, kita baru mulai. Kalau permintaan banyak, akan menarik investasi, imbuhnya.
Sementara itu, Chairman of Legal, Policy Advocacy and Regulation METI, Paul Butar Butar menyebut METI akan mengadakan kongres tentang energi terbarukan tanggal 19 September 2016 di Jakarta Convention Center (JCC). Akan ada sesi khusus tentang Indonesia yang membahas kebijakan, anggaran dan hal-hal yang perlu dilakukan untuk memanfaatkan energi terbarukan. Satu yang penting, efisiensi energi di industri bisa dilakukan karena 23 persen bisa dicapai dari industri.
