KULON PROGO, HarianBernas.com – Pemerintah Kabupaten (pemkab) Kulon Progo, Yogyakarta memperoleh bantuan dua alat berat buldoser dan eskavator dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk meningkatkan pengolahan sampah TPAS Banyuroto, Selasa (22/6).
Kepala Seksi Wilayah I Sub Direktorat Pngelolaan Persampahan Direktorat Pengembangan PU-PR Sandhi Eko Bramono di Kulon Progo, menyebut bantuan alat berat bentuk komitmen bersama dalam hal pengembangan sistem pengelolaan sampah di Kulon Progo.
“Sistem pengelolaan sampah yang andal seperti dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, mewajibkan pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, masyarakat, swasta, dan perguruan tinggi untuk saling bekerja sama mengelola sampah dari hulu sampai hilir,” terang Sandhi.
Dulu, dengan kebijakan nasionalnya, Bappenas dan PU-PR menempatkan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sampah berada dalam hirarki penanganan sampah di bagian paling bawah. Namun, TPA sampah tetap dibutuhkan dengan teknologi pembakaran atau incenerasinya karena TPA dibutuhkan sebagai tempat deposit abu.
Untuk itu, penanganan komprehensif sampah memerlukan penanganan dari hulu sampai hilir sejak dari sumber sampah, misal permukiman, perdagangan, kawasan pendidikan, jalan, sungai, taman. Saat ini, paradigma menjadikan TPA sampah sebagai wadah pemrosesan akhir sampah bukan jamannya lagi karena keterbatasan lahan sering menjadi masalah.
Kini, kita kedepankan penanganan di sumber, bukan di ujungnya saja. Kami sangat senang saat meninjau sel yang hanya residu saja yang masuk. Pihaknya berharap hal seperti itu bisa dikembangkan, yaitu bukan hanya sampah mentah, tapi setelah melalui pengurangan, sudah dikomposkan, residunya saja yang masuk,imbuh Sandhi.
Untuk mengurangi kebutuhan lahan, alat berat diperlukan sebagai salah satu bagian penting pengolahan sampah. Dengan bulldozer dan excavator akan memudahkan pengaturan sampah di sel landfill secara efisien dan akan meningkatkan kepadatan sampah. Dengan makin tertatanya sampah dan masa jenis sampah di TPA, volume dan luas lahan sampah akan semakin efektif dan menghemat lahan.
Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo bertekad akan membuat TPAS Banyuroto “zero plastik”, meski sangat tertatih-tatih agar tidak ada plastik. Di hulu,memberdayakan masyarakat untuk kelompok swadaya masyarakat (KSM) dan diberikan bantuan bangunan pemilahan sampah, lalu baru diangkut ke TPA, kemudian residu di back up, dipiilih lagi di TPST.
“Program sekaligus pengentasan kemiskinan. KSM diutamakan warga Prasejahtera diberi modal kendaraan roda tiga angkut sampah dari rumah-rumah,” terang Bupati Hasto.
