BOGOR, HarianBernas.com-Satelit LAPAN-A3/LAPAN IPB dapat memberikan perolehan data pertanian secara akurat sehingga bisa menentukan arah kebijakan dengan lebih baik, tutur Rektor IPB Prof Herry Suhardiyanto, Rabu (22/6).
“Mengorbitnya Satelit LAPAN-A3/LAPAN IPB adalah langkah besar menuju data pertanian yang akurat karena basis data berperan dalam mengambil kebijakan,” kata Herry, di Bogor.
IPB akan berkoordinasi dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) karena telah memiliki Satelit LAPAN-A3/LAPAN-IPB yang berkemampuan melakukan misi penginderaan jauh eksperimental untuk mengawasi sumber daya pangan dan penggunaan lahan, serta pemantauan lingkungan. Peluncuran satelit ini akan sangat bermanfaat sekali, khususnya pemberian data di bidang pertanian, papar Herry.
Selama ini, pendataan hanya dikerjakan secara kasat mata melalui survei di lapangan sehingga data kurang akurat karena tergantung kemampuan surveyor yang melakukan pendataan. Dengan satelit, data yang dikeluarkan akan lebih obJektif karena langsung dipantau satelit yang bisa mengukur suhu panas bumi dan klorofil yang ada di permukaan bumi.
IPB akan manfaatkan teknologi itu untuk menghasilkan data bentang luas areal sawah sehingga dengan dapat mengukur jumlah produksi secara nasional.
Data dari satelit ini juga bisa dipakai untuk menentukan masa tanam dan mengetahui daerah yang telah panen. Satelit LAPAN-A3/LAPAN-IPB tidak diigunakan untuk sektor pertanian saja, tetapi dimanfaatkan untuk memantau kebakaran hutan serta pencegahannya dan juga memantau zona penangkapan ikan agar mengurangi illegal fishing.
Selain itu, satelit ini juga bisa digunakan di bidang kemaritiman. Dengan memakai sensor Automatic Identification System (AIS) yang ada di kapal-kapal bobot bermuatan besar, secara global dapat dipantau.
Satelit LAPAN-A3/LAPAN-IPB resmi diluncurkan dari India, Rabu sekitar pukul 10.55 WIB. Peluncuran satelit ini dilihat secara live oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla melalui layar monitor di aula Pusat Teknologi Penerbangan LAPAN, Rumpin, Kabupaten Bogor.
Peluncuran satelit tersebut memakai roket peluncur PSLV c-34 milik India yang sudah mengorbitkan sebanyak 34 kali satelit.
