JAKARTA, HarianBernas.com-Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Yunus Subagyo mengimbau pemerintah daerah (pemda) dan masyarakat untuk mewaspadai titik panas yang akan bertambah seiring dengan datangnya musim kemarau, Rabu (13/7).
Kewaspadaan akan menghindarkan kejadian kebakaran hutan dan lahan. Potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi karena pada pertengahan Juli 2016, banyak wilayah Indonesia yang memasuki kemarau, ucap Yunus Subagyo di Jakarta.
Untuk itu, seharusnya masyarakat dan perusahaan-perusahaan tidak melakukan pembakaran, khususnya di wilayah gambut yang mudah terbakar ketika kering. Titik panas di beberapa tempat sering muncul dan hilang seperti yang terjadi di Riau pada hari Rabu (13/7) tidak ditemukan titik panas pada pukul 07.00 dan 16.00 waktu setempat.
Kemungkinannya yang terjadi, Satelit Terra ataupun Aqua tidak dapat menjangkau titik panas dari panas di bumi karena bermacam faktor penghalang.
Senin (11/7), di Riau terdapat 28 titik panas dari 65 titik panas di Sumatera. Kemudian Selasa (12/7), di Riau ada 28 titik panas dari total 67 di Sumatera.
Dari pantauan BMKG, terpantau 18 titik panas di empat provinsi di Sumatera: 67 titik atau menurun daripada hari-hari sebelumnya. Provinsi terdeteksi titik panas itu, di antaranya Sumatera Selatan, Jambi, Bangka Belitung, dan Bengkulu.
