MATARAM, HarianBernas.com– Pada Sabtu (11/6), Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan meresmikan pembangunan PLTU Jeranjang dengan daya produksi listrik sebesar 2 x 25 Megawatt. Pada 10-11 Juni 2016, Jokowi melakukan rangkaian kunjungan kerja ke Provinsi NTB dan Provinsi Bali dengan fokus pembangunan fasilitas pembangkit listrik.
“Di provinsi-provinsi yang lain, urusan listrik akan saya urus betul urusan listriknya karena setiap ke daerah, ke kabupaten, ke kota, ke provinsi daerah lain keluhannya selalu listrik byar-pet,” tegas Jokowi.
Pembangunan pembangkit listrik diharapkan dapat membangun perekonomian daerah dan menunjang kesejahteraan dan pendidikan, misal kalau malam hari, anak-anak bisa belajar lebih baik. Presiden Jokowi juga berharap karena sudah ada listrik, usaha-usaha mikro atau usaha-usaha kecil di kampung atau di desa bisa mengeliat dan bergerak, imbuh Jokowi.
Presiden akan meresmikan pembangunan PLTU Unit 2 Jeranjang di Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Pembangkit listrik ini dapat memproduksi listrik sebesar 2 x 25 Megawatt untuk memenuhi kebutuhan industri dan masyarakat lokal.
Selanjutnya, PLTGU di Pesanggaran, Denpasar, Bali juga akan diresmikan Presiden Jokowi pada hari Sabtu ini (11/6).
Jokowi Memuji Pertumbuhan Ekonomi NTB
Sebelumnya pada Jumat pagi (10/6) Jokowi melakukan peletakan batu pertama pembangunan PLTU Lontar di Desa Lontar, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangeran, Provinsi Banten. Pembangunan pembangkit itu akan menambah kapasitas listrik sebesar 1 x 315 Megawatt di Pulau Jawa.
Setelah terbang ke NTB, Presiden Jokowi memuji Provinsi Nusa Tenggara Barat atas pertumbuhan ekonominya yang mencapai 9,9 persen pada kuartal pertama 2016, Jumat (10/6).
“Pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama di NTB, Alhamdulillah yang terbaik di Indonesia 9,9 persen. Dan 9,9 persen pertumbuhan yang tinggi sekali karena pertumbuhan dunia sekarang hanya 3,3 dan pertumbuhan nasional hanya 4,9,” ucap puji Jokowi dalam sambutannya sebelum Shalat Tarawih, Mataram, Provinsi NTB, Jumat petang.
Pertumbuhan ekonomi di Provinsi NTB ternyata juga mengalami deflasi, imbuh Jokowi.
