JAKARTA, HarianBernas.com– Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan mengupayakan tidak ada kecelakaan dalam bentuk apapun (zero accident) pada masa angkutan Lebaran 2016, Jumat (11/6).
“Saya mohon sekali, dijaga supaya tidak ada 'accident'. Sebagian besar 'accident' itu karena kelalaian,” jelas Jonan dalam sambutannya jelang berbuka puasa di Kemenhub, Jakarta, Jumat.
Untuk itu, Menteri Jonan memerintahkan kepada jajarannya dan operator agar mengecek secara detil sarana dan prasarana baik itu darat, laut, udara, dan kereta. Harus diperika satu-satu.
Menteri Jonan memerintahkan kepada seluruh sektor untuk membuat laporan terkait kelaikan sarana dan prasarana paling lambat 24 Juni agar bisa diperbaiki. Mengapa ini perlu dikerjakan jauh-jauh hari sebelumnya agar kalau ada yang kurang bisa diperbaiki atau diganti. Kalau sampai tanggal 24, ada yang membahayakan, tidak boleh jalan.
Untuk transportasi perhubungan udara, kesiapannya sudah mencapai 40 persen, kereta kesiapannya 40 persen, laut kesiapannya 50 persen, dan darat kesiapannya 30 persen. Menurut Menteri Jonan, untuk transportasi darat ini, agak serius, saya kira kalau sampai sekarang belum sampai 30 persen, mestinya harus dikejar, jelas Menteri Jonan.
Kepada operator, Menteri Jonan juga meminta agar fokus pada masa angkutan Lebaran ini dan tidak hanya mencari keuntungan. Di Kemenhub, pegawainya dilarang mengambil cuti yang lama, termasuk saya (Menteri Jonan). Operator juga sebaiknya tidak ada cuti panjang.
?Anak buah harus konsentrasi penuh di lapangan. Masa kita, jalan-jalan,? terang Menteri Jonan.
