Bernas.id – Lingkungan sangat berpengaruh untuk membentuk karakter seseorang. Lingkungan yang baik akan membawa pengaruh positif bagi jiwa seseorang. Memilih lingkungan pertemanan juga perlu dilakukan. Apalagi di zaman sekarang pola pertemanan tentunya sudah mulai berubah dan beragam. Untuk bisa mendapatkan teman yang sesungguhnya tidaklah mudah. Kalian harus pandai-pandai memilah teman. Pastinya kalian tidak akan mau apabila teman kalian memengaruhi untuk berbuat suatu hal yang negatif. Apalagi teman yang hanya baik di depan, tetapi menusuk dari belakang. Bayangkan saja orang yang dipercaya untuk menjadi teman baik ternyata menjelek-jelekkan di belakang. Kalau sudah seperti itu tentunya bisa membuat sakit hati dan berdampak pada mental.
Zaman sekarang ada sebutan untuk orang yang suka menebar pemikiran negatif. Mereka dikenal dengan nama toxic people. Toxic people adalah sebutan yang ditujukan untuk ?orang-orang yang beracun?, dalam artian mereka yang toxic hanya akan membawa pengaruh buruk bagi orang-orang di sekitarnya. Toxic people cenderung memiliki rasa kurang empati terhadap orang lain dan hanya peduli dengan dirinya sendiri.
Toxic people juga akan selalu mengontrol orang di sekelilingnya, serta pandai menebar gosip yang tidak pasti kebenarannya. Hal tersebut akan berdampak pada masalah yang akan semakin besar. Toxic people berpikir bahwa mereka yang paling benar di antara yang lainnya, sehingga lebih dominan. Tentunya kalian tidak akan mau apabila berhadapan dengan orang seperti itu, apalagi berada dalam satu lingkaran pertemanan.
Apabila kalian terlanjur memiliki teman toxic, perlu dilakukan beberapa cara untuk menghindarinya. Pertama, mengurangi intensitas bertemu. Jika memang kalian ingin menjauh, maka sebisa mungkin hindari untuk bertemu. Carilah kesibukan lain dan menghindarlah dari urusan yang melibatkannya. Mengurangi intensitas bertemu akan memberikan ruang bagi kalian dan mereka yang toxic.
Kedua, tegas dalam menolak. Belajarlah untuk tegas menolak ajakan perbuatan yang menurut kalian itu tidak benar. Bukan hanya mereka yang bisa mempengaruhi tetapi kalian juga harus bisa tegas dan memengaruhinya untuk kembali kejalan yang benar.
Ketiga, keluarlah dari zona nyaman. Terkadang keluar dari zona nyaman itu perlu. Kalian yang sudah nyaman dengan pertemanan toxic harus keluar dan mencari teman yang membuat kalian berkembang. Jangan hanya diam, atau nanti lama-lama kalian akan terhanyut dan mulai terpengaruh menjadi buruk.
Untuk bisa memilih lingkaran pertemanan yang baik, tentunya bisa kalian lihat dari obrolan orang-orang ketika sedang berkumpul. Pertemanan yang positif akan membawa kalian lebih berkembang. Mereka tidak akan membuang-buang waktu mereka untuk membahas sesuatu yang tidak berguna seperti gosip atau membicarakan kehidupan orang lain.
Pastikan kalian memiliki teman yang selalu bisa kalian ajak untuk diskusi dan memberikan obrolan-obrolan yang positif. Jika kalian sedang merasa terpuruk, teman yang baik akan selalu datang untuk kalian. Memberikan nasihat-nasihat terbaik juga solusi pemecahan masalah. Mereka akan berempati dengan masalah yang kalian hadapi dan menempatkan posisi dimana kalian berada sekarang. Teman yang baik juga akan selalu mendukung segala keputusan yang kalian buat. (Eva)
