Bernas.id – Pada saat ini, banyak orang yang menginginkan Work From Home (WFH), bahkan sampai para generasi milenial zaman sekarang. Bagaimana tidak? Dari Anda tidak perlu untuk bangun pagi, kemudian mandi dan siap-siap bergegas ke kantor dengan menerpa kemacetan jalanan sehingga menghabiskan banyak waktu.
Dengan Anda memakai baju seadanya saja, kemudian membuka laptop dari rumah lalu bekerja. Inilah salah satu keasyikan bekerja dari rumah atau biasa disebut dengan istilah Work From Home (WFH). Semenjak mulainya pandemi, Perusahaan-perusahaan di seluruh dunia menggunakan cara Work From Home (WFH) agar dapat meminimalkan penyebaran infeksi Covid-19 terhadap karyawannya.
Dalam pidato Presiden Joko Widodo mengintruksikan agar masyarakat Indonesia meminimalkan kegiatan di luar rumah yang tidak terlalu penting. Termasuk menggunakan sistem kerja Work From Home (WFH) dan kuliah serta sekolah secara daring. Ini akan menjadi langkah strategis yang digunakan pemerintah untuk meminimalkan penyebaran infeksi Covid-19 yang semakin meluas di Indonesia saat ini.
Dilansir Kompas.com, Ahmad Riza Patria Wakil Gubernur DKI Jakarta menuturkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendukung himbauan Menteri Koordinator Bidang Kemitraan dan investasi sekalian Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) Luhut Binsar Pandjaitan, akan mengetatkan kebijakan WFH hingga 75 persen. Kebijaksanaan ini penuh menuai pro dan kontra terutama untuk para pekerja. Work From Home untuk sebagian profesi pekerjaan memang belum bisa dikerjakan, apalagi dari sisi perusahaan yang belum tentu semua bisa dengan sistem Work From Home (WFH) ini.
Sebelum sistem Work From Home ini dilakukan sebenarnya sudah ada sistem kerja yang disebut dengan remote working ini sudah ada sebelum pandemi Covid-19 ini muncul, baik remote working atau Work From Home sama-sama diartikan bekerja dari rumah atau jarak jauh. Work From Home dapat dikatakan sebagai bagian dari remote working, namun istilah tersebut benar-benar diartikan sedang mengerjakan pekerjaan maupun tugas kantor dari jarak jauh atau rumah dan baru terdengar saat pandemi Covid-19 ini muncul.
Namun, ada hal yang membedakan antara remote working dan Work From Home (WFH). Pertama dari jam kerja, sistem kerja Work From Home (WFH) yang kebanyakan mengharuskan para pekerja akan mengikuti kebijakan dari perusahaan masing-masing. Ada beberapa perusahaan yang menetapkan jam kerja di rumah sama seperti jam kerja kantor, contohnya dimulai dari jam delapan pagi sampai empat sore untuk setiap masa kerja atau setiap hari.
Akan tetapi, ada juga yang memberikan kebebasan pada jam kerja berdasarkan syarat yang diberikan dari perusahaan seperti pekerjaan bisa selesai sesuai target. Kebebasan jam kerja ini bagian dari sistem kerja remote working secara umum. Kebanyakan sistem kerja remote working ini dikerjakan oleh pekerja yang biasa disebut freelance, namun bisa juga untuk para pekerja tetap.
Ada beberapa kelebihaan saat melakukan Work From Home (WFH) bagi pekerja dan perusahaannya. Pertama biaya operasional menurun, karena perusahaan tidak harus menyediakan tempat kerja, komputer, listrik, makan siang, dan internet untuk para pekerja. Oleh karena itu perusahaan dapat menambah pemasukan saat menerapkan sistem Work From Home (WFH).
Kedua, lebih fleksibel saat bekerja, ketika Anda bosan saat bekerja. Anda dapat pindah ruangan lain di rumah yang menurut Anda nyamaan saat bekerja. Ketiga, meningkatnya produktivitas, ini terjadi akibat fase stres bekerja semakin berkurang dan produktivitas kerja menjadi bertambah. Keempat, kepuasan kerja dapat meningkat, ini terjadi ketika Anda bisa menyelesaikan pekerjaan lebih cepat dan lebih baik.
Kelima terhindar dari gangguan lingkungan kerja, ini mungkin terjadi karena Anda mempunyai teman kerja dalam satu perusahaan yang toxic, membuat masalah atau sering mengganggu. Tidak hanya dari teman kantor gangguan lain yang muncul juga dapat mempengaruhi mood bekerja dan produktivitas.
Keenam Anda dapat lebih dekat dengan keluarga, karena Anda bekerja di rumah. Dan terakhir adalah work life balance dapat menigkat, jadi antara kehidupan sehari-hari dengan pekerjaan dapat seimbang. Ketika Anda bekerja dari rumah, Anda akan lebih dekat lagi dengan keluarga dan lingkungan sekitar kemudian life balance Anda menjadi terpenuhi.
Di setiap ada kelebihan Work From Home (WFH) pasti terdapat beberapa kekurangan untuk Anda waspadai saat menggunakan sistem Work From Home (WFH). Pertama miskomunikasi, cara agar Anda tidak terjadi miskomunikiasi Anda sesering mungkin untuk memeprhatikan komunikasi antar kelompok atau tim agar berjalan dengan baik dan tidak ada miskomunikasi. Kedua biaya operasional rumah bertambah, karena yang biasanya biaya operasional menjadi tanggung jawab kantor, sekarang pindah saat Anda berkerja dari rumah.
Ketiga motovasi bekerja bisa hilang, karena suasana di rumah berbeda dengan Anda berkerja di kantor, ketika Anda bekerja dari rumah dan tidak ada pengawasan dari atasan Anda, sehingga momotivasi bekerja Anda menjadi hilang. Dan terakhir adalah banyak gangguan kerja, karena dalam bekerja yang dilakukan di rumah tidak selalu berjalan dengan baik. Gangguan yang terdapat dimulai dari mulai keluarga dan lingkungan sekitar yang menganggap Anda hanya menganggur, padahal kebenarannya Anda sedang kerja dengan sistem remote.
Jadi sebelum sistem Work From Home (WFH) ini dilakukan, sebenarnya sudah ada sistem kerja yang disebut dengan remote working, sistem kerja seperti ini sudah ada sebelum pandemi Covid-19 ini muncul. Dan juga dari pemerintah, sangat baik dalam mengambil langkah pencegahan untuk memutus rantai penularan Covid-19 ini dengan menerapkan kerja dari rumah atau sebutan kerennya Work From Home (WFH). (*Gusti Agung Pratama)
