AMERIKA SERIKAT, BERNAS.ID – Amerika Serikat (AS) akan membela Filipina jika China menyerang armada militernya di kawasan Laut China Selatan. AS dan Filipina memiliki perjanjian pertahanan kedua belah pihak yang telah berumur 70 tahun dan masih berlaku sampai sekarang.
Hal itu diungkapkan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Anthony Blinken saat konferensi pers seperti diberitakan CNN, Sabtu (6/8). “Sebuah serangan bersenjata terhadap angkatan bersenjata Filipina, kapal umum dan pesawat akan meminta komitmen pertahanan bersama AS di bawah perjanjian itu,” kata Blinken.
Baca Juga Militer Rusia Latihan Tembak Rudal Nuklir
Diketahui, Laut China Selatan sejak lama menjadi pusat konflik antara China dan Filipina karena wilayah yang diperebutkan kedua negara. “Filipina adalah teman, mitra, dan sekutu yang tak tergantikan bagi Amerika Serikat,” ucap Blinken.
Blinken saat ini menjadi pejabat AS paling senior yang bertemu dengan presiden Filipina yang baru, Presiden Ferdinand Marcos Jr.
Ia merupakan putra mendiang Presiden Ferdinand Marcos yang memperoleh bantuan AS untuk kabur ke Hawaii saat terjadi gejolak politik rakyat pada 1986 yang mengakhiri pemerintahannya selama dua dekade. “Kita telah berada di level itu untuk waktu yang lama, tetapi kami sudah terbiasa dengan gagasan itu,” kata Marcos.
Baca Juga Penembakan Dan Ledakan Bom Mewarnai Pilpres Filipina
Marcos Jr sendiri mengakui persaingan geopolitik antara AS dan China merupakan tantangan rumit dalam menyeimbangkan hubungan antara dua kekuatan besar itu. Di dalam negeri, ia juga menghadapi tekanan untuk melawan China di Laut China Selatan. (jat)
