BERNAS.ID – Industri bir di Indonesia telah mengalami perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Bukan lagi rahasia bahwa banyak pecinta bir telah beralih dari bir komersial menjadi craft beer lokal.
Namun, apa yang membuat craft beer lokal begitu istimewa dan bagaimana mereka berbeda dari produk bir komersial yang telah lama menjadi pilihan utama?
Sejarah craft beer lokal di Indonesia dimulai sebagai gerakan kecil yang bertujuan untuk memberikan alternatif berkualitas tinggi terhadap bir komersial.
Produsen craft beer lokal mengambil inspirasi dari tradisi bir kuno, dengan fokus pada kualitas dan keberlanjutan. Mereka memahami bahwa bir bukanlah sekadar minuman, melainkan seni yang menggabungkan berbagai unsur untuk menciptakan pengalaman yang unik.
Perbedaan mendasar antara craft beer lokal dan bir komersial adalah proses pembuatannya. Craft beer lokal dibuat tanpa difilter dan tidak dipasteurisasi serta dengan perhatian ekstra terhadap setiap detail agar cita rasa yang didapatkan lebih maksimal.
Selain itu, bahan-bahan yang digunakan dalam craft beer lokal seringkali lebih berkualitas tinggi dan bebas dari bahan tambahan kimia. Ini memberikan bir tersebut rasa dan aroma yang lebih mendalam.
Craft beer lokal terkenal karena ragam rasa dan jenis yang ditawarkannya. Dari IPA yang pahit hingga staut creamy, Anda akan menemukan berbagai macam pilihan yang sulit ditemui dalam bir massal. Produsen craft beer lokal sering melakukan eksperimen dengan berbagai bahan tambahan untuk menciptakan rasa yang unik dan memikat lidah.
Sebagai contoh, salah satu craft beer lokal asal Bali yakni Canard Brewing Co memiliki 6 varian rasa yang tidak akan Anda temukan pada merk craft beer lainnya.
STRAWBERRY GOSE
Strawberry Gose adalah jenis bir yang berasal dari Leipzig, Jerman, khususnya dari sebuah kota pegunungan yang disebut Goslar di tepi Sungai Gose. Ini adalah bir yang segar dengan rasa asam dan asin, serta menggunakan strawberry segar sebagai bahan baku utamanya.
WITBIER
Witbier adalah salah satu dari banyak gaya bir putih yang berasal dari Leuven, di wilayah Flemish Belgia. Bir ini dikenal dengan tampilan yang keruh, berwarna pucat, sedikit hoppy, yang mencampurkan rempah-rempah untuk menonjolkan karakter raginya.
KÖLSCH
Nama “Kölsch” berasal dari Cologne (Köln), pusat budaya yang terletak di tepi Sungai Rhine di Jerman barat. Saat ini, nama tersebut juga merujuk pada gaya bir yang telah menyebar ke seluruh dunia dalam dunia craft beer.
Kölsch adalah bir ringan dan segar yang merupakan perpaduan antara ale dan lager, sangat cocok untuk iklim tropis yang panas dan lembab.
SESSION IPA
IPA atau India Pale Ale, adalah gaya bir yang pahit dan sangat aromatik. Ini adalah salah satu jenis bir craft yang paling banyak dieksperimenkan oleh para pembuat bir di seluruh dunia.
IPA berasal dari Britania Raya dan telah diadopsi oleh komunitas pembuat bir Amerika sebagai tanda keunggulan bagi sebuah pabrik bir craft.
PORTER
Berasal dari London pada awal abad ke-18, namanya berasal dari popularitasnya di kalangan komunitas London Porter yang bertanggung jawab atas tugas pengangkutan barang. Awalnya disebut ‘stout porters’, porter sebenarnya adalah pendahulu sebagian besar bir berwarna hitam, termasuk Stout.
WEIZENBOCK
Weizenbock adalah bir beralkohol tinggi yang berwarna gelap yang diciptakan di Munich pada awal abad ke-20. Biasanya disajikan sebagai bir berwarna gelap yang berat, yang menggabungkan rasa gandum dan ragi Weissbier terbaik dengan malt kaya dari varietas Bock Jerman.
Craft beer Canard ini bersifat inklusif karena dapat dinikmati oleh semua kalangan. Mulai dari wine drinker, whiskey drinker, craft beer drinker, beer commercial, bahkan hingga para pecinta kopi. Bir yang satu ini juga sangat cocok disandingkan dengan berbagai jenis makanan seperti salad buah, sushi, bratwurst, ayam panggang, oyster hingga roti-rotian.
Biasanya craft beer lokal seringkali lebih merogoh kocek dibandingkan bir komersial. Namun hal Ini sangat wajar karena proses produksi craft beer jelas lebih rumit serta melibatkan bahan-bahan berkualitas tinggi dan keahlian khusus untuk memproduksi
minuman ini.
Meski demikian, para pecinta bir berpendapat bahwa kualitas dan pengalaman yang ditawarkan oleh craft beer lokal sepadan dengan harganya alias worth the price.
Pilihan antara craft beer lokal dan bir komersial akhirnya tergantung pada preferensi pribadi. Jika Anda mencari pengalaman bir yang unik dan mendalam, dan bersedia membayar lebih untuk kualitas yang lebih baik, maka craft beer adalah pilihan yang tepat. (***)
