YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Berbagai upaya dilakukan untuk kembalikan situasi perekonomian di Kota Jogja. Salah satunya melalui pameran fesyen Tan Mingkuh Tumapaking Jaman Anyar yang dilakukan UPT Pusat Bisnis, Disperindag Kota Yogyakarta.
Event Kepala UPT Pusat Bisnis, Disperindag Kota Yogyakarta, Sri Riswanti menjelaskan, jika pameran fesyen yang diselenggarakan di floating stage Pasar Beringharjo ini mengambil tajuk Tan Mingkuh Tumapaking Jaman Anyar. Tema tersebut dipilih untuk mendukung HUT Kota Jogja ke-264. “Sekaligus pembuktian bahwa pedagang bisa beradaptasi dengan zaman anyar yakni pandemi saat ini,” jelasnya Sabtu (24/10/2020).
Di panggung seluas 44 meter persegi, pedagang Pasar Beringharjo bisa menampilkan dagangan terbaik mereka kepada para pengunjung. Lokalita yang strategis berpotensi meningkatkan penjualan. Dijelaskan Riswanti pameran Tan Mingkuh Tumapaking Jaman Anyar ini digelar tiap akhir pekan. “Gantian setiap weekend, sesuai dengan permohonan yang masuk,” terangnya.
Kegiatan ini mendapat respon yang bagus dari pedagang. Riswanti menyebutkan sejak dikeluarkannya surat edaran dan formulir banyak pedagang yang menyatakan mau ikutan. Setiap kali pemeran, panggung dapat menampung lima pedagang dengan tarif sewa per hari yang murah yakni Rp 35.000 per hari. “Saya lihat ramai kemarin jumat baru loading aja sudah banyak laku, harapannya Sabtu-Minggu ramai. Semoga ini berdampak positif,” jelasnya.
Pameran fesyen Tan Mingkuh Tumapaking Jaman Anyar ini menurut Riswanti punya banyak manfaat. Salah satunya para pedagang bisa me-recycle dagangan mereka kang kemarin sudah terlanjur distok banyak tetapi belum keluar karena Covid-19. Pasalnya pandemi membuat sejumlah momen seperti lebaran hingga libur sekolah yang ramai pembeli kini jadi sepi. “Harapannya bisa mengeluarkan stok di gudangnya dan memutar modal, harapannya enggak berhenti, kemarin (pedagang) enggak bisa bayar sewa karena uangnya sudah berbentuk barang,” katanya.
Riswanti menambahkan, jika event kecil ini diharapkan untuk memberikan dampak positif intinya para pedagang bisa bangkit. “Ya kita terpuruk secara revenue secara perekonomian berdampak, tapi dengan membiasakan diri tetap patuh pada protokol Covid proses kegiatan ekonomi bisa berjalan, bahwa di Beringharjo ini aman dikunjungi sejauh pengunjung taat protokol kesehatan,” imbuhnya.
Pameran fesyen ini akan diadakan tiap akhir pekan dari 23 Oktober 2020 sampai waktu yang belum ditentukan. Riswanti menambahkan, selama pedagang masih ada yang mendaftar dan mau, maka pameran akan dilaksanakan. (den)
