YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Berdasar pengamatan yang dilakukan Anggota Komisi A DPRD DIY, Muhammad Syafi'i, di lapangan dan pantauan CCTV di titik-titik keramaian di Kota Yogyakarta selama liburan akhir pekan, dan Idul Adha yang lalu, Kota Gudeg ini kedatangan banyak pengunjung dan wisatawan dari luar daerah. Dari sisi perkembangan ekonomi hal itu menggembirakan, namun disisi penegakan protokol covid-19 terlihat mengendur.
“Hotel-hotel banyak yang penuh kedatangan tamu dengan menggunakan kendaraan pribadi. Dari sisi ekonomi, hal tersebut menggembirakan karena menggerakkan ekonomi DIY. Tapi dari sisi lain, ada kekhawatiran. Karena sejauh ini belum terlihat pengawasan dan penegakan protokol kesehatan covid19 di area publik dan tempat2 wisata,” katanya, Selasa (18/8/2020) melalui pesan Whatsapp.
Belum adanya payung hukum penegakan yang disertai ketegasan dan sanksi dianggap Syafi'i memberikan gambaran tidak jelasnya konsep atau strategi penanganan covid19 di DIY. “Padahal status tanggap darurat masih diterapkan di DIY. Terlihat instruksi disiplin protokol kesehatan covid sudah mengendur,” tandasnya.
Ditambahkan Syafi'i, saat ini himbauan-himbauan terkait protokol kesehatan ditengah pandemi covid-19 sudah jarang terdengar. “Tentu hal ini sangat mengkhawatirkan karena perkembangan kasus positif covid19 sampai hari ini semakin meningkat di DIY maupun secara nasional,” katanya.
Oleh karenanya, Politisi PKS itu berharap pemda DIY dan pemerintah kabupaten/kota se DIY tetap waspada dan melakukan langkah-langkah strategis dalam memastikan penyebaran wabah covid19 agar tidak semakin menyebar. “Perlu koordinasi yang baik diantara pemda,” pungkasnya. (cdr)
