SLEMAN, BERNAS.ID- Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sleman melakukan kegiatan rutin sambang industri kecil menengah binaan di PT Risum Indo Lestari yang terletak di Manggung Caturtunggal Depok Sleman. Kegiatan sambang ini untuk menjaring aspirasi terkait kendala usaha, pengembangan, dan pemasaran produk.
IKM Risum sendiri telah berdiri sejak 2018 dengan produksi spesifik seragam dapur untuk hotel restoran dan kafe apronnya, tapi pasca Covid-19 juga memproduksi produk, oven glove sarung tangan, bahkan pakaian dan celana khusus chef, barita, dan lainnya.
Baca Juga Festival Lereng Merapi Tanamkan Pendidikan Karakter
Pjs Ketua Dekranasda Sleman, Noor Hidayati Zakiah Pramulani mengatakan sambang industri sebagai bagian dari penguatan pembinaan perindustrian dan perdagangan untuk IKM berbasis kelompok, perorangan, dan industri di Kabupaten Sleman.”Tujuannya, menjaring masukan dan aspirasi terkait tantangan dan kendala usaha IKM dalam pengembangan dan pemasaran produk,” tuturnya, Senin (5/11).
“Selain itu, kegiatan sambang membantu memecahkan dan mendukung inovasi baru melalui diskusi langsung,” imbuhnya.
Lanjut tambahnya, Dekranasda Sleman berkomitmen untuk mendukung berkembangnya IKM sekaligus mengkampanyekan gerakan nasional bangga buatan Indonesia, serta mendukung slogan borong bareng produk Sleman.
“Fakta di lapangan dan lokasi usaha akan lebih valid sehingga informasi tersebut akan menjadi bahan diskusi terkait usaha yang telah dicapai dan usaha yang akan dilakukan ke depan,” imbuhnya.
Noor Hidayati pun tak memungkiri kualitas seragam dapur buatan Risum apalagi mampu menyediakan stok yang siap pakai atau menerima desain khusus. “Produk Risum menjadi daya tarik tersendiri konsumen karena memiliki pasar yang lebih spesifik,” katanya.
“Kegiatan sambang ini, semoga menjadi motivasi pelaku IKM sehingga bisa menghasilkan produk yang lebih inovatif. Pemerintah Kabupaten juga akan siap membantu mempromosikan dan memasarkan sehingga akan mudah didapatkan Masyarakat,” tukasnya.
Alita Hapsaningtyas, selaku pemilik Risum mengatakan produk-produknya sudah der kirim dan dipesan di berbagai kota seluruh Indonesia. Untuk di Yogyakarta, sudah banyak dipakai chef-chef profesional di hotel-hotel berbintang.
“Saya berharap melalui sambang industri ini akan terjalin kolaborasi yang semakin kuat sehingga akan membantu memasarkan dan mempromosikan produk kami ke masyarakat luas,” kata Alita.
Ia pun menceritakan untuk bahan produk seragam dapurnya memakai bahan katun terbaik sehingga tidak panas saat dipakai. Untuk harga sangat terjangkau, mulai dari 32 ribu rupiah sampai 250 ribu rupiah.”Saat ini, kami memiliki 32 karyawan yang rata-rata didominasi anak muda,” tutupnya. (jat)
