SLEMAN, BERNAS.ID- Dekranasda Sleman menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) tahun 2024 di Gedung Dekranasda Sleman, Bangunrejo, Tridadi, Jumat (22/11). Rakerda mengusung tema “Menguatkan Perajin Sleman, Melestarikan Budaya Sleman”.
Baca Juga Ditpolairud Polda DIY Tebar 5000 Bibit Ikan Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Pjs Ketua Dekranasda Sleman, Noor Hidayati Zakiah Pramulani mengatakan pada momen rakerda, Dekranasda Sleman harus bangga menjadi bagian penting yang menguatkan Jogja Istimewa dalam bentuk dukungan nyata kepada perajin Sleman yang telah menghasilkan geoproduk bernilai budaya tinggi.
“Dengan sedang berprosesnya pengajuan Geopark Jogja sebagai Geopark Nasional, Dekranasda Sleman juga dapat mendukung dengan lebih banyak menampilkan informasi-informasi terkait geoproduk secara khusus maupun geopark secara umum untuk mengedukasi masyarakat,” tuturnya Noor.
Lanjut tambahnya, keberadaan Gedung Dekranasda Kabupaten Sleman harus menjadi wujud konkrit upaya menguatkan perajin Sleman. “Gedung Dekranasda Sleman dapat menjadi ikon yang menginspirasi banyak pihak yang berkunjung baik karena dalam rangka melaksanakan kegiatan mereka di Gedung Dekranasda Sleman, maupun sebagai tamu yang ingin belajar tentang Dekranasda Sleman,” ujarnya.
Diketahui, Gedung Dekranasda Sleman dibangun di Tanah Kasultanan atau yang lebih dikenal dengan Sultanaat Ground (SG) dengan memfasilitasi 1.624 item produk dari 293 perajin Sleman. Beberapa di antaranya termasuk geoproduk.”Geoproduk merupakan jenis produk yang terkait dengan geopark atau geowisata secara umum, yang meliputi kerajinan tangan dan produk lokal lainnya. Produk-produk ini aktif berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal dan juga meningkatkan kesadaran akan nilai-nilai geodiversitas, keanekaragaman hayati, dan budaya,” urai Noor.
“Untuk itu, keistimewaan Gedung Dekranasda Sleman harus selalu kita gaungkan ke para stakeholder terkait maupun ke seluruh masyarakat untuk mendukung Gedung Dekranasda Sleman, sebagai Rumah Belajar Perajin Sleman, Rumah Promosi Perajin Sleman, yang bernilai budaya tinggi dan mendukung Keistimewaan Jogja,” ajaknya kepada para peserta Rakerda.
Kepala Bidang Perindustrian, Disperindag Sleman, Dwi Wulandari mengatakan momen rakerda harus dimanfaatkan dengan baik sebagai perencanaan dan evaluasi program kerja Dekranasda Kabupaten Sleman.
“Rakerda diharapkan menjadi kegiatan yang mampu mengukur berbagai hasil yang telah dicapai serta mengidentifikasi masalah yang dapat diatasi dengan perencanaan program kerja optimal. Hasil Rakerda diharapkan menjadi rencana program kerja Dekranasda Kabupaten Sleman yang akan diusulkan melalui APBD Kabupaten Sleman ataupun alternatif skema penganggaran lainnya,” terang Dwi.
Dalam pembekalan, Wakil Ketua Dekranasda DIY, Ir. Syahbenol Hasibuan mengatakan fungsi Dekranasda Sleman melestarikan kriya yang ada di Sleman. Kriya merupakan basis budaya atau jati diri Kabupaten Sleman.
“Selain melestarikan, kita harus mengembangkannya dengan tidak menghilangkan jati diri sebagai masyarakat Sleman. Meniru yang baru boleh tetapi tidak boleh kehilangan akar jati diri,” tutur Syahbenol.
Dalam rangkaian Rakerda, pada hari yang kedua, Sabtu 23 November 2024 akan digelar kegiatan peningkatan kompetensi perajin (pelaku IKM) Sleman dengan sejumlah workshop agar produk yang dihasilkan semakin bermutu dan berkualitas, serta tembus pasar ekspor. Harapannya, para perajin Sleman akan semakin kuat melalui penguatan pembinaan berbagai pihak maupun melalui penguatan promosi dan pemasaran kegiatan Dekranasda Sleman yang bersinergi dengan berbagai mitra. (Jat)
