SLEMAN, BERNAS.ID- Indonesia menjadi negara penyumbang film terbanyak dibandingkan negara lain yang peserta dalam gelaran Alternativa Film Festival (AFF) 2024. Festival film bertaraf internasional ini didukung perusahaan ojek online (ojol) inDrive itu dengan memilih Yogyakarta sebagai tuan rumah.
Dalam AFF, ribuan film dari sineas seluruh dunia menunjukkan isu-isu sosial budaya serta politik di masing-masing negara diputar pada audience yang hadir menyaksikan. Isu-isu sosial seperti kesetaraan gender, hak remaja dan hak anak, isu menghadapi kehilangan orang tercinta, serta kesetaraan dalam komunitas di tiap negara.
Baca Juga Ditpolairud Polda DIY Tebar 5000 Bibit Ikan Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Egor Fedorov, Chief of Staff inDrive, mengatakan dukungannya bagi industri perfilman sudah dilakukan sejak tahun lalu. Ia menceritakan pada tahun 2023 lalu, Indrive mendukung AFF di Kazakhstan.
“Di Kazakhstan banyak film luar biasa, misalnya tentang situasi di Asia Tengah banyak problem pria menculik wanita yang diinginkan untuk kemudian dinikahi. Tapi banyak yang tidak sepakat dengan hal itu padahal sudah terjadi berabad-abad. Ini harus disebarkan ke seluruh dunia dan ternyata bisa bergerak melalui film,” tutur Egor saat bertemu dengan awak media, Jumat (29/11/2024).
Lanjut tambahnya, melalui film, banyak yang merasa tergerak karena kami sebarkan ke banyak audience. Dunia banyak melihat problem ini dan bergerak karena inDrive memiliki banyak konsumen dalam aplikasi di seluruh dunia. Hal ini menjadi peluang untuk ikut menyebarkan sesuatu pada komunitas masyarakat untuk hal yang lebih baik.
“Kami punya banyak konsumen di Nepal, Asia Tengah dan ini menjadi peluang kami ikut bergerak menyebarkan pada komunitas terkait persoalan itu. Ini mengapa kami membangun bisnis, platform bisa digunakan untuk menyuarakan persoalan yang dialami masyarakat, kami bisa ikut membantu,” tukas Egor.
Sedangkan, Communication Manager inDrive Indonesia Wahyu Ramadhan mengatakan total ada 1.045 film dari berbagai negara yang masuk di Alternativa Film Festival 2024.
“Indonesia merupakan submission, negara yang paling banyak menyumbang di Alternativa Film Festival 2024. Dari total 1.045 film, 200-nya Indonesia,” kata Wahyu.
Menurutnya, film yang sudah masuk dalam Alternativa Film Festival 2024 nantinya juga diberikan penghargaan dengan lima kategori nominasi. Para nominator nantinya akan mendapatkan total hadiah senilai USD 1.000.
Adapun acara awarding film dilaksanakan di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, di Sleman. Sementara yang akan diganjar penghargaan meliputi tiga film pendek dan dua film panjang.
“Tujuan utama Alternativa Film Festival untuk mempengaruhi para pembuat film mengangkat isu-isu sosial yang ada di dunia, tentang isu yang penting di masing-masing negara,” pungkas Wahyu. (jat)
