JAKARTA,BERNAS.ID – Presiden Prabowo Subianto percaya diri perekonomian Indonesia optimistis, target pertumbuhan ekonomi 8 persen bisa terwujud, meski ia mengaku baru menginjak bulan ketiga memimpin pemerintahan Republik Indonesia.
“Semakin saya mempelajari keadaan perekonomian kita, saya semakin merasa percaya diri, optimis,” ujar Prabowo dalam acara Musyawarah Nasional Konsolidasi Persatuan Kadin Indonesia di Hotel Ritz-Carlton di Jakarta, Kamis (16/1/2025).
Baca Juga : HUT ke-57, Kadin DKI Jakarta Perkuat Dukungan pada Program Makan Gratis
Ketua Umum Partai Gerindra itu juga yakin melebihi 8 persen pertumbuhan. Walau banyak yang nyinyir, pasalnya, ia menganggap salah satu kelemahan elit Indonesia, tidak percaya diri.
“Suka melihat kawan susah, susah melihat kawan senang. Sifat ini harus kita koreksi,” imbuhnya.
Prabowo bilang, sikap tidak percaya diri itu mungkin diakibatkan karena Indonesia terlalu lama dijajah. Sehingga, kita merasa rendah diri. Kurang berani.
Baca Juga : Jakarta Siap Menyongsong Kota Global di Puncak HUT Kadin DKI ke-57
“Saudara-saudara, saya percaya dengan ilmu pasti. Saya percaya dengan ilmu Matematik dan ilmu Fisika. Angka itu angka ilmiah, susah untuk berbohong. Asal kita melakukan kalkulasi yang masuk akal, 2 + 2 hasilnya itu 4. Hanya kadang-kadang, dalam politik Indonesia, 2 + 2 hasilnya bisa 4,5 bisa 5 bisa 3. Tapi itu tidak ilmiah ya,” papar Prabowo.
Jadi, manakala sambungnya meninggalkan akal sehat, manakala kita tinggalkan hitungan berdasarkan logika, yang terjadi adalah distorsi dan disfungsi.
“Sebagai pengusaha (Kadin), tegas Prabowo seharusnya lebih paham, bahwa perusahaan yang tidak efisien, perusahaan yang bekerja dengan seenaknya, tidak mungkin bisa survive kalau pengeluaran lebih besar dari pemasukan. Tidak mungkin ada organisasi yang survive, kalau pengeluaran lebih besar dari pemasukan.
“Karena itu saya bertekad memimpin suatu pemerintahan yang efisien,” tutupnya. (FIE)
