YOGYAKARTA, BERNAS.ID- Korban Mafia Pengembang Malioboro City berencana menggelar aksi kerpihatinan Wadul Panembahan Sultan Jogja pada hari Rabu 16 April nanti. Aksi akan diwarnai dengan melepaskan 2000 balon berwarna hitam sebagai simbol keprihatinan.
Baca Juga Ditpolairud Polda DIY Tebar 5000 Bibit Ikan Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Menurut Koordinator Perhimpunan Pemilik Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) Apartemen Malioboro City Regency, Edi Hardiyanto, aksi bertujuan untuk meminta pertolongan Sultan HB X, sebagai Raja Kraton Yogyakarta sekaligus Gubernur DIY atas nasib mereka yang telah menjadi korban mafia pengembang.
“Kita memohon bantuan Sultan HB X, atas nasib yang kita alami selama belasan tahun. Kita berharap kasus apartemen Malioboro City bisa diselesaikan dengan diterbitkannya Sertifikat Laik Fungsi (SLF) dan hak kepemilikan AJB SHM, kemudian Fasum harus segera diambil alih oleh pemerintah. Pemkab Sleman harus gercep, dan mengundang semua instansi terkait,” tutur Edi.
Rencananya, aksi akan dimulai dari sekitar pukul 10.00 WIB dari Kawasan Tugu Pal Putih melewati rute MNC Bank – DPRD DIY – Kantor Gubernur Kepatihan dan finish di Pelataran Halaman Keraton Yogyakarta.
“Kita akan terus memperjuangkan hak kami. Kita akan menggelar aksi keprihatinan dari Tugu menuju Kraton Yogyakarta. Aksi keprihatinan ini akan kami laksanakan karena sampai saat ini kami belum ada kepastian dan kejelasan,” ucap Edi.
Dalam aksinya, para korban Malioboro City akan melakukan melepaskan 2000 balon keprihatinan dalam akdi Wadul Panembahan” atau mengadu kepada Sultan Jogja. “Kita akan melepaskan 2 ribu balon warna hifam ke udara sebagai simbol keprihatinan kami, dalam aksi yang bertajuk Wadul Panembahan Sultan Jogja itu, sebagai simbol rakyat kecil mengadukan nasib kepada raja atau Sultan,” pungkas Edi. (jat)
