YOGYAKARTA, BERNAS.ID- Hujan deras dengan intensitas tinggi lama mengguyur menyebabkan banjir dan tanah longsor di beberapa tempat di wilayah DIY, Jumat (28/3). Salah satu lokasi yang mengalami banjir cukup parah terjadi Kalurahan Wukirsari, Imogori Bantul karena meluapnya Sungai Celeng dan keberadaan dua embung yang tidak mampu menampung debit air. Untuk wilayah lain, terjadinya tanah longsor terjadi di Pedukuhan Sidi kalurahan Giripurwo, Kulonprogo dengan menimpa rumah milik salah satu warga.
Merespon kondisi tersebut, Polda DIY melalui Ditpolairud Polda DIY dan Polres jajaran langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan pertolongan terhadap korban banjir dan tanah longsor tersebut. Ditpolairud Polda DIY mengerahkan dua rubber boat dengan peralatan evakuasi korban banjir lainnya ke wilayah Kelurahan Wukirsari.
Baca Juga Ditpolairud Polda DIY Tebar 5000 Bibit Ikan Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Tim Ditpolairud Polda DIY dipimpin Dirpolairud Polda DIY KBP. Didik Priyo Sambodo, S.I.K. bekerjasama dengan Basarnas, Sarlinmas, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dan SAR DIY langsung melakukan evakuasi warga yang terdampak banjir, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Upaya ini dilakukan untuk memastikan keselamatan warga.
Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol Ihsan, S.I.K. mengatakan saat ini proses evakuasi dan pembersihan terus dilakukan jajaran Ditpolairud dan Polres bersama-sama dengan Basarnas, Sarlinmas, SAR DIY serta FPRB. Dari hasil pantauan serta laporan dari Polres jajaran, saat ini kondisi air sudah mulai surut dan belum adanya laporan korban jiwa pasca banjir dan longsor tersebut.
Saat ini Polda DIY juga sedang menggelar operasi ketupat progo 2025 dengan salah satu sasaran operasi mengantisipasi terjadinya bencana alam yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat yang akan merayakan hari raya Idul Fitri termasuk mengganggu perjalanan mudik karena adanya kerusakan jalan akibat bencana. Harapannya, dengan pelaksanaan operasi tersebut akan membantu mempercepat proses evakuasi, patroli dan pengaturan lalu lintas di wilayah-wilayah terdampak banjir dan tanah longsor.
“Kami juga menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan waspada terhadap potensi adanya banjir susulan akibat cuaca yang tidak menentu dan ikuti terus intruksi dari pemerintah dan petugas di lapangan demi keselamatan bersama,” tutupnya. (jat)
