YOGYAKARTA, BERNAS.ID- Yogyakarta menyimpan aneka wisata dan beragam aneka kuliner dari tradisional hingga makanan western untuk bisa dinikmati. Salah satunya di daerah kawasan Sumbu Filosofi sisi Selatan, tepatnya di jalan Tirtodipuran, Kemantren Mantrijeron, Kota Yogyakarta.
Kuliner masakan Eropa yang bisa dicicipi, seperti di Chicken Shack. Selain itu, terdapat menu khas ayam panggang Belgia yang dipadukan dengan cita rasa Nusantara, Sambal Matah.
Baca Juga Telusuri Kekayaan Historis Dan Budaya Kepulauan Selayar, Muhibah Budaya Jalur Rempah Digelar
Pemilik Chicken Shack Veronica Tri Haryanti mengatakan, aneka menu lokal maupun western disajikan dan salah satu yang menjadi favorit wisatawan baik seperti Roasted Chicken hingga Belgium Fries.
“Kebanyakan sini kebanyakan turis, selain asing juga ada lokal. Semua makanan kita Home made, kalau turis itu dia paling diminati ada rendang, nasi goreng, rawon itu suka dengan makanan Indonesia,” ujar Veronica.
Selain anek menu yang beragam, warung ini pun memiliki keunikan, mulai dari depan ada becak yang dipajang di atap, hingga mesin pemanggang ayam. Masuk ke dalam warung konsumen akan menikmati interior yang klasik dengan berbagai benda yang unik dan suasana yang nyaman membawa wisatawan seperti menikmati makanan di rumah.
Salah satu wisatawan domestik Santi mengaku, tempat kuliner ini menjadi favoritnya, bahkan sudah cukup lama berlangganan saat liburan di Yogyakarta.
“Cocok dengan makanannya, suka juga ini salah satu favorit Vietnamis Beef, seger banget terus rasanya pas. Ini sejenis sup dari vietnam ada daging sapi,” kata Santi.
Disamping ragam menu, Santi juga mengungkapkan, tempatnya lebih nyaman dan lebih besar dan yang terpenting makan seperti di rumah sendiri.
“Dulu di depan situkan warungnya, beberapa bulan vakum, renovasi pindah tempat disini, nunggu lumayan lama sekitar enam bulan. Kemari, reopening saya juga datang, nyobain makanannya tetap sama. Kalau sini identik dengan ayam panggangnya, tapi menu yang lain juga rekomended, sambal matahnya juga enak, sambal matah kecombrang itu salah satu favorit juga,” ujar Santi.
Suami Veronica yang merupakan seorang warga Belgia Michael Van Den Bremt mengaku, pada momen libur lebaran ini banyak wisatawan datang untuk menikmati aneka kuliner yang disajikan, tidak hanya western, tapi juga makanan lokal.
“Makanan Indonesia ada nasi goreng, ayam suwir sambal matah, utamanya ayam roastery,” tukas Michael. (jat)
