YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Menjadi kehormatan tersendiri bagi Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) DIY dan Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) yang bertindak sebagai tuan rumah dalam South East Asia Urbanism Seminar (SEAUS) 2.0, Rabu – Sabtu (11-14 Juni 2025). Konfrensi yang dilaksanakan di UAJY ini menghadirkan pembicara dari para pakar yang kompeten di Asia Tenggara.
Sambutan hangat disampaikan oleh
Ketua IAI DIY, Ar Erlangga Winoto, IAI, AA. Bagi IAI DIY merupakan suatu kehormatan besar dapat menyambut Konferensi SEAUS 2.0.
Baca Juga : 8 Alasan Memilih Jurusan Arsitektur, Ini Prospek Karier yang Menjanjikan
“Kami bangga mendukung forum internasional ini yang mempertemukan beragam perspektif untuk merefleksikan hubungan yang terus berkembang antara urbanisme, budaya, dan lanskap di Asia Tenggara,” ucapnya.
Menurutnya, Yogyakarta, dengan warisan budaya yang kaya dan kehidupan perkotaan yang semarak, menawarkan latar yang bermakna untuk dialog tersebut.
“Saat kita menghadapi tantangan urbanisasi yang cepat dan perubahan iklim, kita juga menyadari nilai abadi dari tradisi lokal, partisipasi masyarakat, dan pengetahuan adat,” tuturnya.
Erlangga mengatakan pendekatan historical urban landscape mengingatkan untuk mengintegrasikan nilai-nilai budaya, sosial, ekonomi, dan lingkungan dalam membentuk kota yang berkelanjutan. Di Yogyakarta, komitmen itu tercermin dalam kebijakan, mulai dari regulasi warisan budaya dan pedoman arsitektur DIY hingga perencanaan Tata Ruang Istimewa di bawah status otonomi khusus Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Kami sangat senang melihat keterlibatan kuat dari para pakar lintas disiplin ilmu, termasuk para akademisi baru, melalui berbagai lokakarya dan kunjungan,” ucap Erlangga.
Ia berharap pelaksanaan konferensi dapat menginspirasi dan mengkolaborasi ide-ide sega serta visi bersama untuk masa depan perkotaan yang inklusif dan tangguh.
“Selamat datang di Konferensi SEAUS 2.0. Selamat datang di Yogyakarta,” pungkasnya.
Konfrensi internasional tersebut turut mengundang peserta umum (non-presenter) yang mencakup seminar dua hari, workshop doktoral, dan tur budaya di Yogyakarta. Sejumlah ahli menjadi Keynote Speakers, yaitu Sofian Sibarani, Victoria Marshall, B.Sumardiyanto dan Huynh Van Khang. (Age)
