SLEMAN, BERNAS.ID – Warga Sleman mulai abaikan tentang penerapan protokol kesehatan, seperti penggunaan masker. Kabupaten Sleman memegang rekor tertinggi terkait konfirmasi positif Covid-19, bahkan 3 hari yang lalu, angkanya berturut-turut di atas 1.000 kasus.
Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan, BPBD Sleman, Bambang Kuntoro menyebut berdasarkan hasil pengamatan ketika membagikan masker, banyak masyarakat abai protokol kesehatan. “Ada 30 – 40 persen masyarakat abai protokol kesehatan. Mereka tidak memakai masker dengan benar. Jika tahu ada petugas, baru langsung pakai,” tuturnya, Minggu (27/2/2022).
Baca Juga Kepala BNPB Bagi-bagi Masker di Kawasan Malioboro
Ia pun mengimbau masyarakat agar disiplin dengan protokol kesehatan apalagi Kabupaten Sleman memegang rekor kasus harian terbanyak di DIY selama beberapa hari. “Meski sudah divaksin, masyarakat harus mematuhi prokes 5 M, yaitu, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas,” bebernya.
“Prokes ini, kami imbau untuk dipatuhi. Demi kebaikan bersama,” imbuhnya.
Ia pun mengatakan, pembagian 32 ribu masker dari program Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama BPBD DIY sebagai upaya pengendalian Covid-19 varian Omicron. Pembagian ini dibantu BPBD Sleman dibantu TNI-Polri, sejumlah relawan dan satgas covid-19 tingkat Kapanewon.
Baca Juga Tingkatkan Disiplin Prokes di DIY, BNPB Bagikan 225 Ribu Masker
Caranya, lanjut Bambang, membagikan masker gratis di sejumlah titik keramaian.Di Kabupaten Sleman, masker dibagikan di empat titik. Satu titik membagikan 8.000 masker. “Tujuannya untuk menegakkan prokes. Karena, sekarang masyarakat sudah mulai abai,” ujarnya.
Pembagian masker ini merupakan tahap pertama. Nantinya, kata Bambang, jika kasus covid-19 di DIY belum juga menurun, akan kembali dilaksanakan kegiatan serupa. (jat)
