YOGYAKARTA, BERNAS.ID- Atlet-atlet bela diri Indonesia kembali menunjukkan taji di kancah internasional. Kali ini, di Momen Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni, delegasi Merah Putih berhasil mengharumkan nama bangsa. Tim Indonesia kali ini berhasil menyabet 1 emas dan 1 perak, sekaligus membawa 1 sabuk ke tanah Air.
Ketua Asosiasi Muaythai Indonesia, Dewanto P. Siregar mengungkapkan para atlet telah berjuang keras dalam kejuaraan bergengsi International & Thai Martial Arts Asian Games 2026. Ajang olahraga bergengsi ITMA Asian Games 2026 yang diselenggarakan di Goldi Sand Hotel, Negombo, Sri Lanka, menjadi kado spesial di hari Kesaktian Pancasila.
“Perlehatan ini hadiah hari Lahir Pancasila dimana srikandi muathay Indonesia Rena bawa sabuk untuk Indonesia. Saya meminta perhatian khusus pemerintah Indonesia untuk mensupport dan memberikan penghargaan terbaik untuk combat sport khususnya muathay,” jelasnya.
Dewanto mengatakan memasuki hari ketiga kompetisi, tensi pertandingan semakin meningkat dengan digelarnya berbagai partai final yang melibatkan atlet dari berbagai negara. Dewanto mengaku target yang dicapai Indonesia sangat membanggakan bahkan ke depan saat Indonesia menjadi tuan rumah yang akan digelar di Bali ditargetkan bisa masuk semifinal.
“Keikutsertaan atlet Indonesia dalam ajang ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan jam terbang dan prestasi di tingkat Asia,” jelas Dewanto.
Atlet-atlet Indonesia yang berlaga pada hari ketiga ITMA Asian Games 2026 antara lain Yohanes Donbosco (Indo) akan bertanding di partai final Pro-am Muay Thai untuk kategori -51kg (18-37 tahun, Male) melawan Bikash Narah dari India. Dalam partai ini Yohames Donbosco meraih medali perak.
Sementara Ni Made Reyna (Indo) tampil di partai final Pro-am Muay Thai untuk kategori female 54kg (18-37 tahun) melawan Lakshani samarathna dari Sri Lanka. Reyna Prasetya dalam laga ini menyumbang medali emas. Selain itu, nama Albertus Jefri juga mengikuti sertifikasi juri standart Internasional Muaythai. “Don dapat perak. Rena dapat emas, Sesuai target. Kita bawa pulang satu sabuk ke Indonesia,” jelas Dewanto..
Perhelaran ini berlangsung selama enam hari, mulai dari 28 Mei hingga penutupan pada 2 Juni 2026. Seluruh atlet, ofisial, dan penonton telah berkumpul sejak hari pembukaan untuk ambil bagian dalam berbagai nomor pertandingan bela diri, termasuk Muay Boran, Muay Thai, serta UBF Boxing.
Antusiasme peserta terlihat jelas dalam rangkaian kegiatan harian yang dimulai sejak pagi hari, mencakup sesi timbang badan (weigh-in), pelatihan, hingga pemeriksaan medis bagi para atlet sebelum memasuki arena pertandingan. Selain pertandingan utama yang menjadi daya tarik utama, ajang ini juga menjadi sarana pertukaran ilmu melalui seminar Muay Boran/Muay Thai yang diselenggarakan untuk memperdalam teknik para partisipan.
Berdasarkan data pertandingan, sederet laga krusial telah dijadwalkan, mulai dari kategori Pro-Am Muay Thai di berbagai kelas berat, hingga partai final UBF Boxing untuk kategori junior dan senior. Para petarung dari 15 negara antara lain Sri Lanka, India, Indonesia, Pakistan, Rusia, hingga Australia tampak saling beradu strategi dan kemampuan fisik untuk membawa pulang gelar juara. Kejuaraan ini menjadi panggung bagi para atlet untuk menguji kemampuan teknis, ketahanan fisik, serta mental bertanding dalam disiplin bela diri yang ketat dan kompetitif.
Keikutsertaan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk mematangkan pengalaman bertanding atlet, terutama dalam memetakan kekuatan lawan di kawasan Asia. Seluruh rangkaian kegiatan ini tidak hanya menjadi pembuktian prestasi bagi para atlet, tetapi juga mempererat hubungan antarnegara melalui semangat sportivitas di tanah Sri Lanka.
“Partisipasi Indonesia di ajang tersebut menjadi sorotan positif bagi perkembangan olahraga bela diri nasional. Meskipun persaingan di International & Thai Martial Arts Asian Games 2026 sangat ketat, para atlet Indonesia menunjukkan daya juang yang luar biasa di atas arena,” jelas Dewanto.
Dewanto menambahkan potensi atlet Indonesia di kancah dunia masih sangat terbuka. Dengan komposisi atlet yang telah dipersiapkan melalui serangkaian pelatihan intensif, tim Indonesia tampil percaya diri menghadapi lawan-lawan tangguh dari berbagai negara di kawasan Asia.
AWMI terus memberikan dukungan penuh bagi setiap cabang olahraga yang berjuang mengharumkan nama bangsa di panggung internasional, selaras dengan semangat meningkatkan level industri dan prestasi olahraga Indonesia di mata dunia,” jelas Dewanto.
“Performa para petarung di Sri Lanka ini diharapkan dapat menjadi modal berharga bagi tim nasional untuk menghadapi multievent olahraga yang lebih besar di masa mendatang,” pungkas Dewanto. (*)
