GUNUNGKIDUL, BERNAS.ID – Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gunungkidul bersama Kabag Kesra Sekda Gunungkidul, Direktur RSUD Saptosari, dan Baznas Gunungkidul meninjau kesiapan pengoperasian RSUD Saptosari, Rabu (11/3/2020). Tahun 2020 ini direncanakan RSUD Saptosari mulai beroperasi, rumah sakit ini dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPUPRKP) dengan anggaran 34 milyar ini, sekarang dalam tahap penyempurnaan di beberapa bagian.
Direktur RSUD Saptosari dr. Eko Darmawan Sp. Pd, M.Sc, mengatakan selain gedung yang tinggal tahap penyempurnaan, alat kesehatan yang dimiliki mempunyai kualitas terbaik dan moderen.
“Kami berupaya untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan gedung, mengecek kebocoran atap dan ground tank yang sudah selesai persiapannya,” ujarnya.
Untuk Sumber Daya Manusia (SDM) saat ini sudah ada 4 pejabat struktural dan 15 staf yang siap bekerja mempersiapkan segala sesuatunya untuk menunjang operasional rumah sakit. Pada tahun ini juga disiapkan formasi PNS untuk memenuhi kebutuhannya.
“Sedangkan pemenuhan SDM lainnya berasal dari hasil mutasi dan rekruitmen tenaga kontrak. Saat ini RSUD Saptosari telah memiliki Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) sendiri yang akan dilaksanakan secara mandiri,” terangnya.
Sementara Kadinsos Kabupaten Gunungkidul Dra. Siwi Irianti, M.Si, menyampaikan apresiasi atas pencapaian dari tahapan persiapan pembangunan RSUD Saptosari ini, sehingga keberadaannya nanti bisa dimanfaatkan oleh masyarakat di wilayah selatan Gunungkidul secara maksimal.
“Saya berharap masyarakat di wilayah selatan ini bisa terpenuhi kebutuhannya dalam segi kesehatan, tidak harus pergi jauh ke RSUD Wonosari karena nantinya sudah ada RSUD di Saptosari ini dengan standar pelayanan yang terbaik pastinya,” pungkasnya. (sad)
