BALI, BERNAS.ID – PT Indo Jaya Motor Electric mengeluarkan produk terbarunya dalam bentuk Skuter Listrik (Skutik) Electric Vehicle Indonesia (Elvindo) yang diberi nama Arjuna, Bisma, Rama, dan Veda. Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Utusan Provinsi Bali, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna M Wedasteraputra Suyasa, menganggap penggunaan nama Skutik Veda yang merupakan kitab suci umat Hindu adalah pelecehan terhadap simbol agama Hindu.
“Kami telah mengirimkan surat kepada pimpinan PT Indo Jaya Motor Electric, merujuk pemberitaan di media online otomotifnet.com tanggal 12 Januari 2020 dengan judul Motor Listrik Elvindo Siap Mengaspal di Indonesia, Dibanderol Mulai Rp 5 Jutaan. Dimana didalam berita tersebut disampaikan ada empat produk skutik elvindo yang diberi nama Arjuna, Bisma, Rama, dan Veda, yang dimana Veda merupakan nama kitab suci umat Hindu, sehingga penggunaan nama Veda dianggap telah melakukan pelecehan terhadap simbol-simbol agama Hindu,” terang Arya Wedakarna, Kamis (16/1/2020) melalui siaran pers tertulisnya yang diterima bernas.id.
Untuk itu, dia meminta kepada Pimpinan PT Indo Jaya Motor Electric segera mengganti penggunaan istilah Veda dalam penamaan produk skutik tersebut, karena Veda lanjut Arya Wedakarna merupakan kitab suci umat Hindu yang berisi kumpulan sastra kuno dari zaman India Kuno dan dipercaya merupakan wahyu dari Brahman.
“Sehingga penggunaan istilah tersebut tidak pada porsinya adalah pelecehan terhadap simbol-simbol agama Hindu sesuai ketentuan pasal 156a KUHP,” kata anggota Komite I Bidang Hukum DPD RI ini.
Sedangkan dengan penggunaaan nama Arjuna, Bisma, dan Rama yang merupakan tokoh dalam kisah wiracarita Mahabharata pada produk skutik tersebut, Arya Wedakarna mendukung hal itu. “Sehingga bisa memperkenalkan kepada masyarakat tokoh-tokoh tersebut kepada masyarakat,” katanya.
Menanggapi hal itu, Andri Wijaya, Operational Manager Elvindo seperti yang dilansir kompas.com mengatakan, pihaknya tidak bermaksud menyinggung pihak manapun. Elvindo Veda pun belum meluncur dan belum ditetapkan jadi nama resmi.
“Untuk veda memang belum kita launch dan belum menjadi nama resmi, dan saat ini sudah kita take out juga, agar tidak menjadi polemik di masyarakat,” kata dia.
Andri mengatakan, Elvindo sebenarnya memiliki niat baik yaitu ingin memperkenalkan budaya Indonesia ke masyarakat luas. Secara tersirat Andri tak menampik kemungkinan untuk mengubah nama agar tidak ada konflik.
“Elvindo sebenarnya memiliki niat baik, ingin memperkenalkan budaya Indonesia ke masyarakat, namun bila ada pihak-pihak yang kurang berkenan, Elvindo pastinya akan menerima masukan-masukan tersebut,” katanya. (cdr)
