YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Politisi muda PDI Perjuangan dan Relawan Jokowi tingkat Pusat, Supriyanto ST MM telah resmi mendaftar sebagai calon bupati Sleman di DPP PDI Perjuangan tanggal 18 November 2019, dan kini mendaftarkan diri juga di DPD PDI Perjuangan DIY yang membuka kembali pendaftaran calon kepala daerah/wakil kepala daerah dari tanggal 25 – 30 November 2019 sesuai instruksi DPP PDIP Nomor 918/IN/DPP/XI/2019 tanggal 21 November 2019.
“Sebelumnya saya mendaftar di DPC PDI Perjuangan Sleman tanggal 17 September 2019 sebagai calon wakil bupati Sleman karena menghormati pak Gatot Saptadi Sekda DIY yang namanya diusulkan jadi Calon Bupati oleh DPD PDI Perjuangan DIY berdasarkan penjaringan di PAC Sleman. Tetapi setelah Pak Gatot mundur maka saya memperbaiki berkas pendaftaran di DPP menjadi calon Bupati Sleman, karena tgl 28 September DPC DPD sudah menyerahkan berkas ke DPP jadi proses selanjutnya di DPP semua sesuai mekanisme internal PDI Perjuangan ,” demikian ujar Antok sapaan akrab aktivis Gerakan Mahasiswa 98 di Yogyakarta dan Gerakan Rakyat Yogyakarta yang menduduki gedung DPRD DIY mendesak penetapan Sri Sultan Hamengku Buwono X tahun 1999, Rabu (27/11/2019) disela pendaftaran.
Dalam pandangan Supriyanto, Gatot Saptadi adalah birokrat yang memiliki kompetensi, jujur, tidak ambisius dan diterima baik di PDI Perjuangan. “Jadi saya awalnya daftar wakil bupati karena tidak mau ada conflict of interest dengan DPD PDI Perjuangan DIY yang sudah menjalin komunikasi dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam konteks ini, tetapi setelah pak Gatot mundur saya memutuskan untuk maju menjadi Calon Bupati Sleman, jadi bukan tidak konsisten tapi ada kondisi obyektif di Sleman yang membutuhkan pemimpin visioner untuk menjadikan Sleman Terdepan,” tegas Supriyanto yang pernah menjadi Wakil Ketua DPD PDIP DIY, Guru Kader Sekolah Partai PDIP dan Koordinator Komite Pemuda dan Olahraga DPP PDIP.
Menanggapi pernyataan Ketua DPC PDI Perjuangan Sleman, Koeswanto, yang menyatakan di media bahwa Supriyanto tidak direkomendasi DPC PDI Perjuangan, hal tersebut tidak perlu ditanggapi berlebihan. “Kewenangan Rekomendasi calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah itu adanya di DPP bukan DPC, jadi mungkin pak Koes tidak bermaksud seperti itu, saya kenal baik pak Koes sejak masih PAC PDIP Godean Sleman, jadi tidak ada masalah, semuanya baik saja, ini soal intensitas komunikasi saja,” ujarnya. (cdr)
