SLEMAN, BERNAS.ID – Divisi Elektropreneur Keluarga Mahasiswa Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) mengadakan Seminar Nasional Enterpreneur Day 2019 dengan tema Start Your Business in Digital Ways di Ruang E6 Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik UGM, Sleman, Sabtu (26/10/2019).
Baca juga: Apa Itu Jurusan Sistem Informasi? Inilah Mata Kuliah dan Prospek Kerjanya
Seminar ini diikuti oleh mahasiwa UGM dan juga mahasiswa dari berbagai kampus di Yogyakarta, yang menghadirkan 3 narasumber yaitu, Product Manager Of Bukalapak, Prasetyo Andy W, Regional & Merchant Digital Marketing Manager of Gojek Indonesia, Andreas Gandhi Hendra Pratama, dan CEO Of Jala, Liris Maduningtyas.
Dalam sambutannya, Ketua Departemen Teknik Elektro UGM, Adha Imam Cahyadi, mengatakan sebagai mahasiswa harusnya sudah mulai memikirkan tentang Enterpreneur. “Karena era sekarang atau biasa disebut dengan Era Revolusi 4.0, kita tidak bisa menghindari perkembangan yang lebih cepat dimana nantinya tidak mungkin lulusan pada saat bekerja dijamin untuk langsung siap bekerja, sedangkan universitas menjalankan kurikulum yang tentunya tidak bisa diubah dengan seketika,” ujarnya.
Lanjutnya, apa yang akan dilakukan sekarang yakni membuat mahasiswa begitu lulus mau belajar lagi atau membekali mahasiswa dengan ilmu entrepreneurship. Ilmu Enterpreneurship tidak mungkin semuanya diajarkan di bangku kuliah. “Jadi, harus dikenalkan oleh enterpreneur sedini mungkin,” tegasnya.
Baca juga: 5 Universitas Jurusan Sistem Informasi Terbaik di Indonesia
Sementara itu, Product Manager Of Bukalapak, Prasetyo Andy W, mengungkapkan bahwa nanti di tahun 2045 Indonesia akan mengalami bonus demografi dimana orang yang memiliki usia produktif akan lebih besar. Yang nantinya Negara Indonesia akan menjadi suatu negara dengan pertumbuhan ekonomi yang besar.
“Untuk mencapai hal ini, tentunya kita harus ambil bagian atau turut andil untuk membangun sumber daya manusia di Indonesia. Produktif secara kualitas tentunya bisa didukung dengan bimbingan,” katanya.
Ia juga menambahkan pada tahun 2050 Indonesia diproyeksikan akan menjadi Negara Ekonomi terbesar ke-4 di dunia. Salah satunya dengan usaha menengah yang akan jauh berkembang dan lebih baik dari sisi kuantitas dan kualitasnya. “Walaupun Indonesia sudah mempunyai sekitar 5.000 perusahaan besar, namun, 60 juta UMKM yang ada di Indonesia masih belum mengoptimalkan dunia digital,” tambahnya.
Maka dari itu, bukalapak membuat sebuah inovasi yang sifatnya online to offline yaitu Mitra Bukalapak. Mitra Bukalapak ini menjual produk berupa barang fisik. “Hal ini tentunya akan memudahkan UMKM dalam menjual barangnya ke konsumen dan UMKM akan lebih mengembangkan usahanya,” pungkasnya. (enl)
Baca juga: Daftar Universitas Kuliah Jurusan Bisnis Manajemen di Indonesia
