YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia Organisasi Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (ICMI Orwil DIY) menggelar Dialog Ketahanan Nasional dengan mengusung tema Meningkatkan Peran Ormas Islam dalam Menjaga Ketahanan Nasional, Selasa (5/11/2019) bertempat di Gedung Dewan Perwakilan Daerah (DPD) DIY.
Dalam dialog yang menghadirkan narasumber Danrem 072/Pamungkas, Brigjen TNI M Zamroni; Dirintelkam Polda DIY, Kombes Pol Nanang Djuni Mahanto; Rektor UNU Yogyakarta, Purwo Santosa; LHKP PP Muhammadiyah, Iwan Satriawan. Ketua ICMI Orwil DIY, Herry Zudianto menyampaikan ketahanan bukan hanya identik dengan militer, melainkan disegala lini perlu ketahanan, baik ketahanan pangan, ketahanan ideologi, dan lainnya.
“Ketahanan nasional tidak identik cuma militer, tapi seluruh unsur yang ada, seperti ketahanan pangan, ketahanan ideologi, dan sebagainya,” ujar Herry Zudianto.
Dia juga menyebutkan, perlunya sinergitas antara umat Islam dengan Pemerintah dan segala unsur yang ada dalam menjaga ketahan nasional. “Perlu peran serta semua unsur supaya Indonesia jaya, makmur dan Indonesia adalah kita,” kata dia.
Brigjen M Zamroni pada kesempatan itu menegaskan, TNI bersama komponen bangsa lainnya menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Perlu bersinergi seluruh komponen bangsa dalam menghadapi Ancaman, Gangguan, Hambatan, dan Tantangan (AGHT),” kata dia.
Dia juga menjelaskan tentang beberapa ancaman yang ada, seperti ancaman militer dan ancaman nir militer. 'Untuk mencegah ancaman nir militer ini perlu adanya sinergitas semua pihak, sehingga mencegah negara jatuh, dan perlu mengemuka peran satuan kewilayahan atau teritorial TNI,” jelas Zamroni.
Kombes Pol Nanang Djuni Mahanto mengatakan, tantangan kebhinekaan NKRI saat ini ada pada globalisasi, yang memunculkan persaingan ketat, kejahatan berdimensi baru, disertai memudarnya nilai luhur kebangsaan.
“Seperti masih terjadi intoleransi, baik antar umat beragama maupun inter umat beragama, persaingan antar bangsa di dunia sehingga menginginkan NKRI menjadi lemah, bubar, dan terpecah,” kata dia.
Sementara itu Purwo Santosa dan Iwan Satriawan dalam dialog ketahanan nasional kali ini mengungkapkan peran Ormas Islam serta hubungan antara ulama, ormas, TNI dan Polri dalam menjaga pertahanan dan keamanan Negara. (cdr)
