Bernas.id – Manusia memang benar bila dikatakan sebagai mahkluk sosial karena manusia memang tak bisa hidup sendiri. Untuk itu, mereka butuh berinteraksi dengan manusia lain. Jejaring sosial (media sosial) pun memudahkannya saat ini. Tak dapat ditolak dan dipungkiri lagi, perkembangan jejaring sosial (media sosial) begitu berkembang pesat hari ini.
Setiap hari, kita bisa ditawari jejaring sosial yang baru, entah itu melalui iklan yang muncul dari smartphone kita saat browsing atau diajak teman. Silakan buktikan sendiri.
Apapun itu alasannya, berdasarkan pengalaman penulis, banyak yang langsung memakai atau mengiyakan penawaran untuk memakai jejaring sosial yang baru, entah itu nanti dihapus atau dipakai. Apalagi untuk yang baru memiliki ponsel pintar atau yang masih jomblo alias tidak punya pacar.
Khusus yang masih sendiri atau jomblo, mereka akan bersemangat untuk mencari teman chat atau ngobrol, meski ujungnya belum tentu jadian. Namanya, juga usaha kan. Jadi, jangan kalian anggap jomblo itu sebagai sosok pemburu pacar yang militan karena pada dasarnya, jomblo itu manusia yang memiliki sifat dasar untuk berinteraksi dengan lainnya sama seperti manusia lain, hehe.
Dilansir dari kominfo.go.id (7/11/2013), pengguna internet di Indonesia saat ini mencapai 63 juta orang. Dari angka tersebut, 95 persennya menggunakan internet untuk mengakses jejaring sosial. Nah, banyak kan?
Bayangkan saja, itu baru data yang dirilis di tahun 2013. Saat ini, sudah tahun 2017 lho. Ditambah dengan perkembangan teknologi ponsel pintar (smartphone) yang semakin canggih akhir-akhir ini ibarat semut ketemu gula kualitas super.
Untuk para jomblo pun dimudahkan lagi karena munculnya banyak aplikasi pencari jodoh yang semakin banyak ragamnya dan variatif. Dilansir dari JalanTikus.com (16/3/2017), disebut 8 aplikasi pencari jodoh terbaik versi android, yaitu (1) Happn, (2) JAUMO, (3) Clover Dating App, (4) CMB Free Dating App, (5) Zoosk, (6) OkCupid Dating, 7. MeetMe, dan terakhir yang paling kekinian (8) Tinder.
Tentu, dengan banyaknya aplikasi pencari jodoh, para pencari jodoh harus semakin jeli agar jangan sampai tertipu, dilecehkan, dan apes. Berikut ini, 5 cara cerdik yang bisa diberikan dan layak patut dicoba dari penulis, yaitu:
Pertama, Tes Kejujuran Bakal Calon Jodohmu
Kejujuran menjadi hal prinsip atau dasar dalam menjalin sebuah hubungan. Untuk itulah penulis meletakan tes kejujuran di urutan pertama. Di mana pun, kejujuran itu sangat penting, khusunya menjalin sebuah hubungan. Siapa yang tidak marah dan jengkel ketika tertipu mentah-mentah. Ditipu teman saja, kita marah lho. Intinya, para pencari jodoh harus waspada dan memberikan perhatian untuk sisi kejujuran.
Cara cerdik yang dapat dilakukan para pencari jodoh, yaitu cek nama asli calon jodohmu yang digunakan di aplikasi pencari jodoh itu. Sekiranya, namanya memakai inisial, palsu, agak aneh atau alay, sebaiknya ditinggalkan saja. Dari nama yang dipakai saja, calon jodohmu itu sudah palsu, lalu bagaimana kejujurannya.
Meski penilaian ini bersifat subjektif, kamu para pencari jodoh patut memberikan perhatian terhadap keaslian dan keotentikan nama asli yang dipakai di aplikasi pencari jodoh. Kamu bisa googling nama yang dipakai calon jodohmu itu. Kamu akan bisa menentukan, apakah calonmu itu berkepribadian jujur atau tidak jujur.
Kedua, Lihat Media Sosial Lain Calon Jodohmu
Alasan memantau media sosial calon jodohmu, yaitu karena kamu baru mengenal calon jodohmu itu via online saja, tidak pernah bertatap muka, dan belum mengenal secara baik seperti teman sekolah atau sahabat sepermainan. Media sosial yang dipakai calon jodohmu itu setidaknya akan menunjukkan citra, wajah, atau kepribadian calon jodohmu itu.
Cara cerdik yang dapat dilakukan para pencari jodoh, yaitu kamu menyelidiki media sosial apa saja yang digunakan calon jodohmu itu melalui nama yang dipakai di aplikasi pencari jodoh. Coba cek media sosial yang digunakannya, entah itu twitter, facebook, youtube, dll.
Kamu harus meneliti status-statusnya, foto yang diunggah, video yang diunggah, artikel yang dibagikan, atau apapun itu. Di sinilah kamu haru jeli. Jangan sampai kamu menemukan calon jodoh yang terlibat kejahatan atau terorisme, bahkan psikopat. Lebih baik mencegah daripada terlambat.
Ketiga, Setelah Berkenalan Telepon Langsung
Menelepon calon jodohmu mungkin dianggap hal yang biasa. Namun, jangan lupa lho sekarang ini banyak penipuan via online. Untuk itu, kamu harus memastikan bahwa calon jodohmu itu benar-benar calon yang ideal. Siapa tahu, kedoknya akan terbongkar ketika mendengar suaranya, misalnya calon jodohmu itu ternyata orang yang sudah berusia sangat tua sekali dan rupanya foto yang dipasang di aplikasi jodohnya foto 20 tahun yang lalu dan diedit.
Kamu mau menjalin hubungan dengan seseorang yang terpaut usia begitu jauh. Siapa tahu juga, calon jodohmu itu misal sama-sama cowok atau cewek, apakah kamu mau menjalin hubungan seperti itu. Kita harus jeli.
Namun, yang perlu diperhatikan lagi adalah cara dia berbicara kepada kamu. Dengarkan dengan baik gaya bicaranya. Kalau gaya bicaranya begitu dingin dan membosankan, apakah kamu mau meneruskan. Kalau gaya bicaranya seronok, porno, kasar, bentar-bentar mengumpat, apakah kamu mau meneruskannya, padahal kamu pribadi yang lemah lembut dan halus. Inilah cara cerdik yang dapat dilakukan para pencari jodoh jika memang berniat mencari jodoh via online.
Keempat, Googling Data Calon Jodohmu
Keempat, googling data calon jodohmu itu. Lihat apa yang kamu temukan di Google. Maklum saja, di Google, kita bisa menemukan apa saja kan. Siapa tahu ada pemberitaan negatif atau komplain dari banyak orang tentang calon jodohmu itu. Selain itu, perhatikan rekam jejak pendidikannya. Siapa tahu calon jodohmu itu mengaku S1 atau S2 Hukum dari universitas ini, tapi tugas penelitiannya, tugas akhir dalam bentuk skripsi atau tesisnya saja tidak ditemukan di Google. Calon jodohmu itu bisa saja berbohong kan?
Selain googling data, coba teliti foto-foto yang muncul terkait calon jodohmu itu. Siapa tahu saja lho, kita akan menemukan foto calon jodohmu itu banyak berfoto dengan banyak cewek seksi, setengah bugil, mesra lagi, dan terasa panas. Kamu harus curiga tentang foto-foto itu, siapa tahu dia cewek atau cowok panggilan, padahal ngakunya ke kamu bekerja sebagai seorang dokter, polisi, pebisnis, atau apapun itu.
Kelima, Perhatikan dan Rasakan Sikap atau Gerak-Gerik Calon Jodohmu
Setelah keempat tahap yang disebutkan dilewati dengan nilai tertinggi, kamu harus sering bertemu dengan calon jodohmu itu karena biasanya kan hanya melalui chat, video call atau menelepon. Yang pasti, kamu harus memperhatikan dan merasakan gerak-geriknya, seperti cara memperlakukanmu, cara memandangmu, dan cara melayanimu.
Tentu, akan terlihat jika calon jodohmu itu hanya akting saat di depanmu. Ini penting karena kamu mencari orang yang tulus menerima kamu kan, siapa tahu bisa berakhir di pelaminan. Siapa tahu ternyata itu jodohmu yang sesungguhnya, yang dikirim Tuhan.
Terakhir, perhatikan cara calon jodohmu itu tersenyum. Senyum adalah kunci karena menjadi tanda ketulusan. Kamu mau mendapatkan jodoh yang memiliki senyum palsu dan sinis. Orang yang memiliki senyum palsu biasanya tipikal orang yang tertutup dan memiliki banyak hal yang disimpan dan biasanya, pribadi ini tidak jujur.
Dilansir dari idntimes.com (29/11/2015), setiap orang memiliki senyum yang berbeda dalam suasana yang berbeda. Artinya, ada makna dibalik berbagai macam senyuman itu, kamu bisa tahu dari gerakan mulut dan ekspresi wajah mereka saat tersenyum.
Selamat mencoba!
