Bernas.id – Masyarakat Yogyakarta berduka pada hari Senin (15/01/2018) setelah musisi yang lihai dalam memainkan alat musik kendang meninggal dunia di R.S. Kota Yogyakarta. Sujud Kendang (65) memiliki nama asli Sujud Sutrisno, Dia adalah sosok sederhana dengan blangkon yang kerap dikenakan sebagai penutup kepala. Banyak hal yang bisa dipelajari dari sosok Sujud, kemampuan memainkan alat musik kendang sudah tidak bisa diragukan lagi. Begitupun dengan alat-alat kesenian tradisional Jawa lainnya seperti deretan alat musik pada karawitan. Selain itu ketegaran Sujud dalam memaknai kehidupan patut untuk dipelajari.
Kemampuan bermusisi Sujud tidak bisa disebut biasa-biasa saja, banyak prestasi yang diraih hingga kancah internasional. Ciri khas yang dimiliki Sujud menjadikan kemampuannya diakui secara luas oleh masyarakat. Sujud kerap kali diundang pada acara kampus, launching produk bahkan tampil di layar kaca Tembang Kenangan Indosiar. Sebelum muncul di layar kaca sebenarnya Sujud sudah terlebih dahulu terkenal. Keikutsertaannya tampil di acara The First Indonesia International Festival semakin melambungkan namanya.
Berbeda dengan musisi lainnya, Sujud memainkan kendang dari rumah ke rumah dengan imbalan keikhlasan dari sang pemilik rumah. Dibandingkan dengan pengamen jalanan Sujud lebih senang disebut sebagai ?PPRT? atau ?Pemungut Pajak Rumah Tangga?. Sujud tidak berharap banyak mendapatkan uang yang banyak, Dia hanya berharap pemilik rumah bisa memberi dengan ikhlas. Ketika musik kendang mulai dialunkan di depan rumah warga, anak-anak kecil berdatangan mengerumuni. Terkadang ada yang memberi, tidak jarang juga tidak ada sama sekali. Dalam setiap harinya Sujud tidak mematok untuk pendapatan yang diperoleh. Asalkan yang memberi ikhlas dan tidak disebut sebagai pengganggu sudah cukup bagi Sujud.
Nrima Ing Pandum
Berpegang teguh pada filsafah tersebut, meskipun Sujud sudah terkenal tetapi kegiatan mengamen ?dari pintu ke pintu? tidak ditinggalkan begitu saja. Ketika ditanya kapan akan berhenti untuk bekerja Sujud menjawab singkat ?Tidak ada batasannya, sampai kondisi tak memungkinkan lagi?.
Rezeki sudah diatur sedemikian rupa oleh Tuhan. Secara umum rezeki tidak hanya berupa uang semata. Kesehatan, kebahagiaan, merasa cukup dan rasa syukur sudah bisa dikatakan sebagai rezeki. Banyak sedikit rezeki yang diterima oleh setiap orang memang berbeda-beda. Menerima dengan ikhlas dan tetap bersyukur atas kehidupan yang dijalani sudah lebih dari cukup sebagai alasan untuk bahagia. Menyikapi dengan ?legowo? dan terus berprasangka baik pada Tuhan ketika menghadapi lika-liku kehidupan. Barangkali tidak hanya sekedar filsafah semata, tetapi sudah diaplikasikan Sujud Kendang semasa hidupnya.
