Bernas.id – Setiap kita adalah seorang pemimpin baik untuk dirinya sendiri, keluarga, organisasi ataupun perusahaan. Kenyataannya, banyak pemimpin yang gagal dalam memimpin. Omongannya tidak didengar oleh bawahan, keberadaannya tidak dihargai bahkan dianggap tidak ada. Apa yang menyebabkan itu bisa terjadi?
Disela-sela acara Festifal Trainer Nasional yang diadakan serentak di seluruh Indonesia tanggal 7 Januari 2018 lalu, Bernas.id mewancarai Fay Irvanto seorang Leadership Charisma Guru. Beliau menjelaskan bahwa menjadi pemimpin harus memiliki karisma sehingga dapat mempengaruhi orang lain. Pemimpin karismatik itu akan diikuti oleh orang lain tanpa diminta atau disuruh. Omongannya didengar, keberadaannya bisa dirasakan.
Leadership Charisma Guru adalah brand yang dipakainya sejak tahun 2014 saat ia menjadi peserta terbaik di Trainer Booth Camp yang diadakan oleh Akademi Trainer. Sebelumnya ia juga seorang pembicara namun, dengan topik yang umum dan Ia merasakan kurang memberikan manfaat. Setelah dimentori oleh para mentor di Akademi Trainer akhirnya ia mendapatkan sebuah topik yang sangat powerfull terutama untuk orang-orang level atas seperti CEO, pengusaha maupun tokoh-tokoh politik yaitu “Charismatic Leadership” dan telah banyak orang yang merasakan manfaatnya.
Beliau menyampaikan bahwa karisma itu bisa dimiliki oleh semua orang karena dapat dijelaskan secara ilmiah dan dapat dipelajari. Ia bercerita bahwa esensi dari ilmu yang diajarkannya sekarang ini sudah ada dalam dirinya sejak tahun 2001. Saat masih bekerja di korporasi, ia bertemu dengan seseorang yang berkarisma bahkan, hanya berjalan saja orang-orang menoleh padanya seperti orang tersebut memakai susuk atau memiliki ajian ilmu padahal tidak sama sekali.
Ia mulai mencari tahu dan mempelajarinya. Apa yang dipelajari ia terapkan dalam hidupnya hingga membawanya menjadi seorang leader level atas. Ia juga berangkat ke luar negeri untuk memimpin orang-orang di luar sana. Pencapaian yang sangat luar biasa mengingat tidak mudah orang Indonesia menjadi pemimpin perusahaan di luar negeri.
Ilmu Charismatic Leadership tidak hanya berdasarkan pengalamannya saja sebagai seorang leader tapi digabungkan dengan teori yang dipelajarinya yaitu Neuro Linguistic Program (NLP) juga International Body Language. Ditambah observasi yang dilakukannya sejak tahun 2011. Ia menonton video-video para pembicara nasional maupun tingkat dunia sebanyak 1000 jam untuk mendapatkan polanya. Ia juga keliling dunia menemui para pembicara juga tokoh-tokoh yang memiliki karisma. Kesultanan Jogja pun ia datangi dan belajar dari mereka.
Ia menjelaskan bahwa karisma itu tidak hanya saat berbicara saja tapi saat berjalan juga bahkan, saat diam pun akan keluar energi yang dapat dirasakan oleh orang di sekitarnya. Untuk mempelajari semuanya membutuhkan pelatihan yang bisa ia ajarkan selama dua hari. Tapi kalau bagian-bagian tertentu saja hanya butuh waktu dua jam, seperti memperbaiki kualitas suara atau cara berjalan.
Ia bercerita bahwa pernah ada seseorang yang meminta nasihat padanya lantaran saat orang tersebut berbicara di muka umum tidak ada yang mendengarkan. Setelah diteliti ternyata suara orang tersebut 'cempreng' dan tidak cocok untuk seorang pembicara maka diajarkan sebuah tekhnik untuk mengeluarkan suara yang enak didengar.
Bagi Fay Irvanto, hidup itu harus memiliki kebermanfaatan buat orang banyak. Itulah mengapa saat ini ia lebih fokus pada profesinya sebagai Leadership Charisma Guru. Memberdayakan diri dengan menyebarkan ilmunya di seminar-seminar leadership sebagai pembicara maupun pelatihan-pelatihan sebagai trainer ataupun private coach untuk orang-orang yang membutuhkan jasanya. Dan tidak melulu komersil, semangat berbaginya lebih besar sehingga sering juga ia mengisi untuk sosial.
Semoga akan lahir Fay Irvanto lainnya di Indonesia sehingga dengan banyaknya pemimpin yang karismatik, Indonesia akan menjadi negara yang berkarisma .
