Bernas.id – Masih dalam nuansa hari ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember, artikel ini dipersembahkan untuk para ibu dan wanita di seluruh dunia. Mereka yang saat ini tengah berjuang untuk dirinya dan keluarganya agar bisa bertahan di era yang penuh dengan ketegangan dan ketidakpastian. Yang tetap berusaha untuk membuat anak-anak tetap kenyang, ceria dan tersenyum di tengah kekurangan dan kemuraman yang terjadi di sekelilingnya.
Pergolakan yang terjadi di berbagai negara, kondisi politik yang bergejolak, membuat kondisi ekonomi dunia belum kondusif. Banyak para ibu dan saudara perempuan yang turun bekerja untuk menopang kesejahteraan keluarga, terutama mereka yang menjadi orang tua tunggal. Walaupun diskriminasi hak-hak wanita masih ada, dan kesempatan karir masih didominasi oleh laki-laki. Walaupun mereka ikut mencari nafkah, saat pulang belum bisa istirahat karena tetap harus menjalankan kewajiban mengurus keluarga dan rumah.
Peran ibu saat ini tidak saja harus mengerti tentang bagaimana mengurus rumah, tetapi juga harus melek teknologi. Harus mau belajar seluk beluk internet dan jaring media sosial. Harus mau punya akun di berbagai platform media sosial supaya mengerti segala informasi terkini dan memantau aktivitas anggota keluarga di dunia maya. Harus mau mengulik fasilitas yang diberikan teknologi dari televisi, komputer, dan gawai pintar. Karena pelajaran anak di sekolah sudah mulai terintegrasi dengan teknologi komputer dan informasi.
Di era digital, ibu harus lebih berani dan dominan supaya peran ibu tidak tergantikan oleh gawai pintar yang dipegang anak. Supaya anak tetap mau curhat ke ibu, bukan di lini masa media sosial, tetap mau terbuka cerita semua teman-teman yang ditemuinya di dunia maya. Sehingga, ibu bisa melindungi keluarga dari paparan hal-hal negatif yang bisa merusak tatanan yang ada. Penyalahgunaan obat, pornografi, pelecehan seksual, video games, judi, dan segala macam hal negatif sering bisa didapat dengan mudah hanya menekan tombol di layar gawai.
Tantangan bagi para ibu dan wanita di abad 21 semakin kompleks, bahkan nantinya akan ada banyak risiko negatif lain yang saat ini belum ada wujudnya. Hari ibu diperingati bukan sekadar untuk berterima kasih karena ibu telah melahirkan dan membesarkan kita. Namun, hari ibu juga untuk mengingatkan bahwa hanya dengan kekuatan doa dan kasih sayang ibu, yang membuat setiap insan sanggup menghadapi tantangan kehidupan di dunia ini. Semoga Tuhan melimpahkan rahmat-Nya untuk para ibu dan wanita di dunia.
