Bernas.id – Hujan sepertinya masih ingin berlama-lama di kota udang, Sidoarjo. Membasahi hampir seluruh daratan. Bahkan menenggelamkan sebagian kecil ruas jalan. Membuat genangan cukup tinggi dengan cipratan lumpur yang kadang menjengkelkan. Hati-hati! Hujan ini bukan hanya masalah air, namun menurunnya kesehatan. Perhatikan langkah bahkan hal yang dirasa remeh, seperti:
1. Tidak Cuci Tangan;
Tangan adalah media paling umum masuknya kuman dan bakteri ke dalam tubuh. Secara tidak sadar, kuman dan bakteri lebih cepat masuk dalam tubuh melalui tangan seperti makan menggunakan tangan, menyentuh organ tubuh lain menggunakan tangan dan lain sebagainya. Oleh karena itu, pastikan Anda selalu higienis setiap hari dengan cara selalu membiasakan mencuci tangan setiap kali baru tiba di rumah. Setiap kali menyentuh barang atau obyek, sebelum dan sesudah makan dan setiap kali setelah menyentuh toilet. Karena toilet adalah salah satu tempat dengan sumber bakteri terbanyak. Mencuci tangan dengan air saja tidak cukup membuat kuman dan bakteri di tangan menghilang. Cucilah tangan dengan menggunakan sabun disinfektan agar bakteri yang bersarang di tangan bisa dirontokkan.
2. Minum yang Banyak;
Seringkali orang mengabaikan konsumsi air putih terutama saat musim penghujan. Melewatkan konsumsi air putih secara cukup, sudah menjadi hal wajar yang membiasa. Namun faktanya baik musim kemarau maupun musim penghujan kebutuhan cairan dalam tubuh tetap saja sama. Jangan pernah berpikir mengkonsumsi air putih saat Anda merasa haus saja. Cobalah berpikir jika semua makanan yang masuk ke dalam tubuh akan dicerna dengan baik apabila cairan dalam tubuh terpenuhi. Selain itu, pasokan air yang cukup mampu meningkatkan daya tahan tubuh. Pastikan jika tubuh kita tetap mengkonsumsi cairan sedikitnya 1,5 liter per hari. Enaknya, cairan ini bisa diganti di saat hujan melanda. Gunakan air hangat, sejenis teh hangat, susu hangat atau bahkan jahe hangat. Intinya, tetaplah menjaga asupan cairan dalam tubuh.
3. Atur Porsi dan Pola Makan.
Suhu yang dingin saat musim penghujan biasanya membuat nafsu makan menjadi lebih besar. Namun sayangnya metabolisme saat musim ini menjadi lebih lambat daripada biasanya. Makan terlalu banyak tanpa didukung dengan metabolisme yang baik, tentunya akan berujung pada kegemukan atau obesitas. Maka, aturlah pola dan porsi makan saat musim penghujan. Jangan sampai nafsu makan yang besar mengantarkan Anda pada kegemukan. Selain itu usahakan pula untuk tidak melulu menuruti nafsu mengemil ketika perut belum merasa lapar. Perut yang secara terus menerus diisi tanpa ada proses pembakaran yang seimbang tentunya tidak akan membawa dampak baik untuk kesehatan.
Yakin, hujan hanya memberi kebanjiran? Tidak juga, bukan. Bahkan hujan bisa bikin gendut.
