Bernas.id ? Geng narkoba di Meksiko sudah sejak lama dikenal akan kekejamannya. Laporan terbaru PBB menunjukkan kalau pihak yang menjadi korban kekejaman mereka bukan cuma orang dewasa. Anak-anak yang tidak mau menuruti kemauan mereka pun tidak sedikit yang bernasib naas.
Hal tersebut disampaikan oleh staf PBB Victoria Tauli-Corpuz seusai melakukan tur selama 10 hari ke komunitas-komunitas pribumi Meksiko. Selama melakukan tur, Victoria juga melakukan wawancara dengan anak-anak di masing-masing komunitas.
?Di wilayah yang terpengaruh oleh kejahatan terorganisir dan produksi serta perdagangan narkoba, satu-satunya pilihan yang tersisa bagi golongan muda adalah bergabung dengan kelompok-kelompok tadi, atau disiksa dihilangkan, atau dibunuh,? kata Victoria dalam konferensi pers yang digelarnya seusai tur.
Victoria juga menjelaskan kalau sudah banyak anak-anak dari golongan pribumi yang menghilang. Namun ia tidak tahu pasti jumlahnya karena ia tidak memiliki data akurat mengenai fenomena tersebut.
Masih menurut Victoria, sebanyak 6,5 persen dari total 125 juta penduduk Meksiko berasal dari golongan pribumi. Sebanyak hampir 62 persen dari golongan pribumi tersebut hidup dalam kondisi miskin. Kondisi tersebut pada gilirannya membuat mereka rentan menjadi sasaran intimidasi oleh kelompok kriminal dan bahkan militer Meksiko sendiri.
Tur yang dijalani oleh Victoria berlangsung di negara bagian Chihuahua, Guerrero, dan Chiapas. Dalam tur tersebut, ia sempat bertemu dengan perwakilan dari 23 kelompok etnis berbeda.
