Bernas.id ? Lalat menjadi hewan penyebar penyakit sudah menjadi pengetahuan umum bagi kita semua. Kebiasaan serangga ini untuk hinggap di tempat-tempat kotor semisal pembuangan sampah menyebabkan hewan ini kerap ditempeli oleh organisme penyebab penyakit.
Selama ini orang awam umumnya hanya mengetahui kalau penyakit yang disebarkan oleh lalat adalah penyakit-penyakit pencernaan semisal diare. Namun menurut hasil penelitian terbaru, ternyata kuman penyakit yang disebarkan oleh lalat jauh lebih beragam
Menurut tim peneliti yang dipimpin oleh Donald Bryant, tubuh lalat rumah mengandung 351 macam bakteri. Lalat hijau yang bertubuh metalik diketahui memiliki 316 jenis bakteri. Bakteri-bakteri yang terdeteksi tersebut terdiri dari beragam bakteri penyebab penyakit seperti bakteri penyebab penyakit perut, infeksi darah, hingga radang paru-paru.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik peruntunan DNA (DNA sequencing). Bakteri-bakteri tersebut ditemukan menempel pada bagian kaki dan sayapnya. Setiap kali lalat menempel atau menggerakkan kakinya, bakteri tadi akan berpindah ke benda yang dihinggapinya tadi.
?Masyarakat sudah paham kalau ada organisme penyebab penyakit yang dibawa oleh lalat, namun mereka tidak tahu hingga tingkatan apakah hal tersebut benar dan hingga sejauh apa organisme tadi disebarkan,? kata Bryant kepada wartawan BBC.
?Kami meyakini kalau ini bisa membantu menunjukkan mekanisme transmisi patogen yang tidak diperhatikan oleh petugas kesehatan, dan lalat mungkin berkontribusi atas menyebarnya patogen dalam situasi wabah penyakit,? ujarnya.
Baik lalat rumah maupun lalat hijau sama-sama dikenal dengan kebiasaannya mengerubungi tempat-tempat kotor semisal tempat pembuangan sampah. Namun lalat hijau memiliki kecenderungan lebih besar untuk berkumpul pada lokasi bangkai hewan dan tempat-tempat yang dipenuhi oleh daging.
