Bernas.id – Iklan atau advertise bagi para pelaku bisnis merupakan hal yang penting untuk meningkatan pendapatan dan memperkuat nama bisnis. Biayanya sudah dialokasikan dalam pengaturan keuangan, baik untuk sebuah promosi produk ataupun promo marketing. Agar tujuan dari pemasangan iklan tercapai maka diperlukan strategi khusus dalam pembuatannya. Iklan yang baik adalah iklan yang sarat makna, mampu menyampaikan pesan kepada pembaca dan menginspirasi untuk membeli produk kita.
Seorang Ahli Wright (1978), berpendapat tentang iklan bahwa: iklan merupakan sebuah proses komunikasi yang memiliki kekuatan yang sangat penting sebagai alat pemasaran yang sangat membantu dalam menjual barang, memberikan layanan dan gagasan melalui saluran tertentu dalam bentuk informasi persuasif.
Pada dasarnya iklan merupakan sarana komunikasi yang digunakan oleh perusahaan atau pelaku bisnis untuk menyampaikan informasi tentang barang atau jasa kepada masyarakat, khususnya pelanggannya melalui suatu media.
Lalu poin apa sajakah yang harus diperhatikan dalam membuat iklan? Mari bahas satu persatu:
1. Ketahui Target Pasar dari Produk Anda
Kenali target pasar produk Anda dengan baik agar lebih mudah menentukan strategi pemasaran dan pelayanannya. Iklan yang Anda buat tentunya akan lebih efektif pengaruhnya jika ditujukan kepada sasaran yang tepat. Seperti yang kita ketahui, iklan memang ditujukan untuk kepentingan bisnis yang fungsinya untuk menarik minat beli sekaligus memperkenalkan brand atau produk kepada orang banyak sehingga, dalam konteks pembuatannya tidak bisa asal asalan atau tidak beraturan. Iklan harus dibuat secara tepat sasaran dan benar dan sesuai aturan hingga ada banyak audience termasuk calon pelanggan yang membaca atau melihatnya akan tertarik dengan informasi seputar brand atau produk yang kita sampaikan.
Tentukan segemen pasar dari produk Anda, seperti apa profilnya, apa jenis kelaminnya? Kisaran umur berapa mereka? Apakah memiliki hobi atau peminatan yang sama? Apakah target pelanggan Anda merupakan bagian dari kelompok atau komunitas tertetu dan sebagainya. Semakin detail Anda ketahui siapa target pasar dari produk Anda, akan semakin memudahkan Anda dalam menentukan strategi pemasaran.
Misalnya produk Anda adalah fashion wanita usia berkisar 19 tahun sampai 40 tahun, pekerja kantoran, aktif di sosial media dan mengutamakan penampilan. Dengan mengetahui profil target pelanggan tersebut Anda bisa sesuaikan untuk promosi produk, media iklan, bahasa iklannya sampai mempersiapkan semua kemungkinan yang dibutuhkan.
Tentunya semua strategi yang diterapkan di atas akan sangat berbeda jika produk Anda adalah obat obatan herbal untuk pelanggan yang berusia di atas 60 tahun, dimana kemungkinan secara fisik sudah tidak sehat atau ingin mengobati penyakit tertentu. Usia tersebut tentunya tidak terbiasa dengan sosial media, bahkan handphone pun hanya digunakan untuk telepon, tidak bisa sms, WA apalagi internetan.
Pastikan Anda sebagai pelaku bisnis paham benar siapa target pasar Anda, agar iklan yang dibuat lebih efektif dan menghasilkan.
2. Pilih Media beriklan
Dengan mengetahui siapa target pasar Anda, sudah pasti membuat iklan Anda lebih efektif, karena hal tersebut berperan penting dalam penentuan media apa yang digunakan dalam menyampaikan informasi benefit produk agar mudah diterima dan dipahami oleh calon pelanggan kita.
Contoh produk fashion wanita tadi, karena target pasarnya adalah sosialita yang sangat menjaga penampilan sudah pasti mereka tidak pernah lepas dari gadget, dan sosial medianya sehingga kita bisa beriklan menggunakan media Facebook, Instagram, atau media lainnya.
Lain halnya dengan produk kedua dimana target pasarnya adalah para orang tua yang rasanya sangat minim menggunakan sosial media, bahkan handphone yang dimilikinya terbatas untuk telepon saja, untuk beriklan pada kelompok ini kita tidak bisa gunakan sosial media, tapi gunakan surat kabar cetak atau radio agar lebih efektif dan menjangkau mereka.
