Bernas.id – Jadi tua itu pasti, jadi dewasa itu pilihan. Seseorang akan menjadi tua jika ia hanya menunggu dan diam. Tetapi, akankah ia memiliki pemikiran yang dewasa? Belum tentu. Jadi dewasa itu pilihan. Akankah kita memilih untuk menghadapi tantangan baru atau tetap santai di zona nyaman? Akankah kita berpikir secara objektif atau subjektif? Akankah kita menyadari makna hidup dan bekerja keras atau hanya terlena dengan dunia?
Seringkali kita tak sadar seiring bertambahnya usia, seharusnya bertambah pula wawasan kita. Seharusnya kita semakin kritis setiap hari, seharusnya kita lebih baik daripada kemarin. Tetapi, karena terlena di zona nyaman, kerap kita memilih untuk stay di sana.
Dewasa bukan hanya sekedar berusia matang dan berkata-kata bijak. Kedewasaan bisa dilihat dari tutur kata, pola pikir, dan tingkah laku. Menjadi dewasa tidak berarti kita harus selalu formal, resmi, dan menjaga tingkah laku. Dewasa berarti bisa menjaga sikapnya dan bisa mempertanggungjawabkan ucapan serta perbuatannya. Seringkali kita temui, orang yang sudah berusia matang masih bersikap kekanakan, sementara di sisi lain seorang bocah yang harusnya masih bermain-main malah memiliki pemikiran yang objektif dan bijak. Karena faktor tertentu, tak sedikit generasi yang walaupun masih muda tetapi sudah bisa berpikir secara dewasa.
Sekarang mari berkaca pada usia kita saat ini. Apa pencapaian yang telah kita raih di usia sekarang? Prestasi apa yang telah kita dapatkan di usia kita yang semakin bertambah ini? Prestasi tidak berarti memenangkan suatu olimpiade sains nasional, atau mendapatkan Nobel. Hal sekecil apapun jika berhasil dilakukan dan menunjukkan kemajuan, itu adalah prestasi. Misal saat kita berhasil mengatasi rasa malas mengerjakan tugas dari bos, atau berhasil tepat waktu ke sekolah. Itu merupakan prestasi yang telah kita raih.
Menolehlah ke belakang, pengalaman adalah guru yang terbaik. Pelajaran apa yang kita dapat hari ini? Apa kekurangan diriku yang telah kutemukan hari ini? Paling tidak sempatkan beberapa menit sebelum tidur untuk mengingat kembali apa saja yang telah terjadi setiap hari. Ambil pelajaran dari setiap kejadian, dan jadilah pribadi yang meraih prestasi setiap hari.
Setelah berkaca pada masa lalu, mari menjelajah ke masa depan. Renungkanlah apa yang akan kita perjuangkan? Bagaimana kehidupan kita kelak? Apa keinginan terbesar yang ingin kita raih? Selain kehidupan duniawi, jangan lupa pada akhirat. Renungkan juga apa amalan yang telah kita lewatkan hari itu. Merenung, melamun, dan mengkhayal sekali-kali diperlukan untuk introspeksi diri.
Nah, sekarang, bangkitlah! Ayo, keluar dari zona nyaman dan sambut tantangan dengan senyum kemenangan! Jangan terlena, ayo bergerak! Jadilah dewasa, dan raihlah prestasimu!
