Bernas.id – Rokok merupakan benda dengan sejuta dampak buruk yang dibawanya. Apakah Anda setuju dengan pendapat ini Rasanya telah menjadi rahasia umum, bahwasanya merokok adalah kegiatan yang tidak baik bagi kesehatan. Dampak dari rokok yang tidak terlihat sekejap mata, tentu saja tidak bisa menjadi alasan atas ketidakpedulian berbagai pihak. Dikarenakan, angka kematian yang disebabkan oleh rokok cukup besar. Hanya saja, belum banyak masyarakat yang mengetahui tentang hal ini.
Menurut WHO, di seluruh dunia terdapat 6 juta orang meninggal karena penyakit yang disebabkan oleh rokok/tembakau (tobacco related desease) setiap tahunnya. Termasuk pula di dalamnya adalah sebanyak 600.000 perokok pasif yang terkena dampak asap rokok.
Ya, rokok tidak hanya berbahaya bagi pengguna secara aktif. Namun, juga bagi perokok pasif yang tidak sengaja ikut terkena dampaknya. Jumlah perokok pasif di Indonesia 96 juta jiwa, yaitu 54% wanita dan 56% balita usia 0-4 tahun (sumber: Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2015). Tentu saja, hal ini sangat disayangkan. Ternyata tidak hanya bahan yang terkandung di dalam rokok yang berbahaya. Namun, zat berbahaya yang terkandung dalam asap rokok, kemudian melekat pada media sekitar juga memberikan dampak buruk bagi tubuh manusia.
Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Dr. Dr. Agus Dwi Santoso, Sp.P (K), FISR, FASPR, Ketua Divisi Paru Kerja dan Lingkungan Departemen Pulmonologi FKUI RS Persahabatan, terdapat empat zat berbahaya yang terkandung dalam rokok. Yaitu, yang pertama adalah nikotin. Nikotin merupakan zat yang terkandung dalam rokok dan dapat mengakibatkan kecanduan serta gangguan pada pembuluh darah. Rasa kecanduan yang disebabkan oleh nikotin disebabkan dari keseimbangan kimia pada otak yang dipengaruhi oleh zat tersebut. Dopamine dan norepinephrine adalah cairan di otak yang mengendalikan rasa bahagia dan relaks. Hal inilah yang menjadikan perokok terlihat nyaman disaat menghisap rokok. Di saat itulah nikotin mampu mengaktifkan kedua cairan tersebut, dan dapat mempengaruhi mood dan tingkat konsentrasi.
Namun, di saat yang bersamaan, terjadi pula ketidakseimbangan reaksi kimia pada otak. Jumlah dopamine dan norepinephrine yang berlebihan, menjadikan sistema pertahan dalam otak mengeluarkan cairan kimiawi antinikotin. Cairan inilah yang kemudian membuat seseorang merasa depresi, mood menurun, dan tidak tenang disaat tidak merokok. Situasi inilah yang kemudian menyebabkan rasa kecanduan. Menghisap rokok untuk mendapatkan kembali rasa tenang yang telah hilang.
Selanjutnya adalah tar. Tar merupakan bagian dari rokok yang yang mengandung 60 zat kimia karsigonik dan menjadi penyebab utama dari kanker. Zat ketiga adalah karbon monoksida (CO) yang dipercaya menjadi sumber rasa cepat lelah. Hal ini dikarenakan karbon monoksida memiliki sifat toksik yang akan mengikat hemoglobin darah 300 kali lebih kuat daripada oksigen. Hal ini pun mengakibatkan proses penyerapan oksigen dalam tubuh menjadi terhambat. Terakhir adalah zat radikal. Zat radikal yang dimaksudkan adalah residu rokok yang terbawa dalam asap lalu menempel pada media terdekat dari perokok. Misalkan saja seperti baju, sofa, atau pun dinding. Zat radikal berupa residu rokok ini menjadi penyebab peradangan kronis bagi tubuh. Misalkan saja pada jantung atau pun paru-paru.
Demikianlah pemaparan mengenai zat dan dampak yang terdapat dalam rokok. Mari wujudkan tubuh yang sehat. Bukankah di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat?
