Bernas.id ? Menjadi turis bukan berarti bebas berbuat semaunya. Sayangnya hal tersebut tidak dipatuhi oleh dua pemuda asal Inggris ini. Saat berwisata ke Korsel, keduanya nekat mencoret-coreti badan kereta dengan grafiti bertuliskan ?SMTS? dan ?SMT?.
Kedua turis tersebut diketahui sebagai dua saudara yang masing-masingnya berusia 25 dan 23 tahun. Keduanya juga sama-sama tergabung dalam kelompok pembuat grafiti SMT Crew yang terkenal kerap membuat grafiti di seantero Eropa.
Kedua pemuda tadi pertama kali tiba di Seoul pada tanggal 10 Juli. Selama dua hari berikutnya, mereka mencoret-coreti dinding kereta bawah tanah setempat yang sedang diparkir memakai cat semprot.
Aksi keduanya ternyata terendus oleh pihak keamanan. Polisi menangkap mereka berdua di rumah penginapan. Jika tidak ditangkap, keduanya seharusnya sudah terbang pulang ke Inggris pada tanggal 13 Juli. Keduanya lantas dijatuhi hukuman penjara empat bulan atas dakwaan merusak fasilitas publik.
Tidak terima dengan hukuman tersebut, keduanya lantas mengajukan banding. Namun banding mereka ditolak oleh hakim pada hari Senin (13/11/2017) yang menganggap kalau keduanya pantas dihukum berat. Hakim lantas menambahan kalau keduanya juga pernah melakukan pelanggaran serupa di Inggris.
Kasus vandalisme memakai grafiti selama beberapa tahun terakhir kian meningkat di Korsel. Lemahnya pengawasan oleh aparat dan kurang beratnya hukuman untuk pelaku dituding sebagai penyebabnya. Tidak sedikit dari kasus-kasus vandalisme tersebut dilakukan oleh turis asing yang kebetulan sedang singgah di Korsel.
