Bernas.id ? Bukan hanya manusia yang menggunakan obat-obatan antibiotik. Hewan ternak pun ternyata juga menggunakannya. Namun penggunaan antibiotik pada hewan ternyata tetap memiliki dampak negatif bagi manusia.
Hal tersebut diperingatkan oleh lembaga kesehatan dunia WHO. Menurut WHO, penggunaan antibiotik yang terlalu sering pada hewan bisa membawa resiko yang serius pada kesehatan manusia.
Resiko yang dimaksud adalah terciptanya mikroorganisme yang tahan terhadap antibiotik. Ketika jumlah mikroorganisme tersebut meningkat dan populasinya menyebar, penyakit-penyakit pada manusia yang awalnya bisa ditangani dengan antibiotik bakal menjadi kian berbahaya karena penggunaan antibiotik menjadi tidak lagi efektif.
?Kurangnya antibiotik yang efektif adalah ancaman yang sama seriusnya dengan kemunculan wabah penyakit secara tiba-tiba. Tindakan kuat, berkesinambungan di seluruh sektor adalah hal yang vital jika kita ingin menghambat munculnya kekebalan pada mikroba dan menjaga keamanan dunia,? kata Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.
Direktur keamanan makanan WHO Kazuaki Miyagishima menambahkan kalau ada hubungan yang nyata antara penggunaan antibiotik pada hewan dan bahayanya pada kesehatan manusia. Jika manusia mengkonsumsi daging hewan yang mengandung mikroba dengan resistansi tinggi terhadap antibiotik, maka manusia tersebut beresiko terinfeksi oleh mikroba tadi.
WHO lantas menyarankan supaya penggunaan antibiotik pada hewan dilarang secara total. Namun saran ini diperkirakan tidak akan ditanggapi secara positif oleh kalangan peternak di seluruh dunia yang beresiko mengalami kerugian jika hewan ternaknya mati akibat penyakit. Miyagishima juga mengakui kalau tren penggunaan antibiotik pada hewan justru malah kian meningkat akibat bertambahnya tingkat permintaan daging hewan ternak.
