Bernas.id – Apabila mengikuti kursus membuat kue, tentunya Anda diminta untuk praktik membuat satu kue sendiri dari materi yang sudah diajarkan. Dengan praktik ini, para pendamping akan dapat melakukan penilaian terhadap kemampuan Anda. Ujian praktik ini merupakan gambaran kemajuan apa saja yang diperoleh setelah ikut kursus dan hal apa saja yang harus diperbaiki. Penilaian ini merupakan feedback atas karya Anda.
Yang namanya proses belajar, bidang apapun itu selalu butuh feedback atau kritikan dari proses yang sudah dilalui. Tujuannya adalah agar Anda mengetahui benar atau salahnya dari hasil yang sudah dilakukan. Kritikan dari orang yang ahli di bidangnya adalah hal berharga yang mestinya bisa Anda syukuri. Dan dalam kehidupan, biasanya orang lainlah yang justru bisa melihat celah kekurangan Anda.
Sama halnya dengan bisnis yang Anda kelola saat ini, sudah pasti membutuhkan proses untuk bisa sukses. Feedback bisa berasal dari mana saja, tapi yang terpenting adalah feedback yang Anda peroleh dari pelanggan sendiri. Karena masukan berharga dari pelanggan merupakan obat penyembuh sakit atau vitamin penguat bagi bisnis yang dikelola. Jadi sebenarnya Andalah yang membutuhkan input dari pelanggan untuk kemajuan bisnis sendiri.
Mengapa bisnis Anda butuh Feedback dari pelanggan? Seperti apa manfaatnya ?
Pertama, Dalam hal penerapan Customer Experience. Seperti yang kita ketahui bersama experience pelanggan terhadap pelayanan merupakan selling point tersendiri untuk bisa sukses. Sudah pasti Anda membutuhkan keterlibatan pelanggan dalam aktivitas bisnis yang dikelola. Customer experience mencakup pengalaman pelanggan secara keseluruhan, maka libatkan pelanggan untuk memberikan pendapatnya tentang apa yang mereka rasakan. Tentang pelayanan yang Anda berikan, apakah cukup menyenangkan dan memuaskan? Atau justru sebaliknya. Mintalah feedback tentang proses yang sudah dialaminya sejak penawaran pertama sampai saat ini.
Kedua, Deteksi masalah lebih cepat. Pelanggan adalah mitra sukses Anda, jadi sudah sepantasnya jika Anda perhatikan apa masukannya, keluh kesahnya dan masalahnya terkait produk yang ditawarkan. Dengan informasi yang Anda punya, tentunya bisa menjadi perbaikan dan evaluasi ke depannya. Misalkan pelanggan memberikan masukan terhadap kemasan produk yang kurang praktis dan menyulitkan jika dibawa berpergian. Dengan informasi ini, Anda bisa memikirkan kemasan seperti apa yang lebih praktis dan mudah dibawa bawa, sehingga bisa meningkatkan penjualan.
Ketiga, Membangun kepercayaan terhadap bisnis Anda. Pernah lihat kolom feedback di aplikasi online seperti Tokopedia, Bukalapak dst? Kolom tersebut sebenarnya sangat dibutuhkan oleh pelaku bisnis karena berisi masukan dari pelanggan tentang hal yang harus diperbaiki dan pelayanan yang harus ditingkatkan. Bukan hanya itu saja ada juga feedback positif tentang kepuasan pelanggan terhadap pelayanan yang sudah diberikan. Jika ada pelanggan baru akan membeli produk Anda, tentu memerlukan review tentang pengalaman pelanggan lain yang sudah belanja produk Anda. Jika Isi kolom feedback banyak postifnya, tentu saja akan menambah kepercayaan calon pelanggan Anda dalam melakukan pembelian, begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu, selalu tingkatkan kualitas pelayanan Anda terhadap pelanggan dari waktu ke waktu.
Lalu bagaimana sikap terbaik Anda dalam menghadapi feedback?
Seorang pelaku bisnis yang sukses tidak pernah merasa defensif terhadap feedback apapun bentuknya. Jangan pernah bereaksi negatif, tetapi anggaplah hal tersebut sebagai bentuk perhatian pelanggan terhadap bisnis Anda. Fokuslah terhadap peningkatan kualitas layanan, sambil terus memperbaiki masalah yang timbul. Hadapilah feedback dengan sikap positif agar memberikan manfaat terhadap kemajuan bisnis Anda.
