Bernas.id ? Di mana ada kemauan, di situ ada jalan. Itulah peribahasa yang pada intinya ingin menunjukkan kalau tidak ada yang mustahil selama orang mau berpikir dan berusaha. Dan peribahasa tersebut nampaknya sangat tepat untuk mengilustrasikan nasib yang menimpa Jennifer Appel dan Tasha Fuiaba.
Appel dan Fuiaba aslinya hanyalah dua perempuan biasa yang sedang berlayar dari Hawaii ke Tahiti pada bulan Mei lalu. Namun tanpa mereka sangka-sangka, kapal yang mereka naiki diterjang cuaca buruk di tengah-tengah perjalanan. Akibatnya mesin kapal mereka mengalami kerusakan dan mereka harus hidup terombang-ambing.
Kapal Appel dan Fuiaba aslinya dijadwalkan untuk tiba di Tahiti setelah melakukan pelayaran selama dua bulan. Untuk mengumumkan kalau kapal mereka tengah mengalami masalah, keduanya lantas mulai mengirimkan sinyal tanda bahaya melalui radio.
Upaya tersebut sayangnya berbuah sia-sia karena tidak ada kapal lain yang mendengar panggilan mereka. Namun keduanya masih cukup beruntung. Karena mereka membekali diri mereka dengan cadangan makanan dan air tawar untuk satu tahun, mereka bisa bertahan hidup hingga berbulan-bulan kemudian.
Penantian panjang Appel dan Fuiaba akhirnya usai setelah kapal nelayan Taiwan melihat kapal keduanya saat berada 1.500 km di sebelah tenggara Jepang. Awak kapal nelayan tersebut lalu menghubungi polisi pantai AS. Sehari kemudian, kapal penyelamat milik AL AS tiba di lokasi untuk menjemput Appel dan Fuiaba.
