Bernas.id ? Sudah menjadi pengetahuan umum bagi kita semua kalau ratusan juta tahun yang lampau, permukaan bumi dihuni oleh makhluk-makhluk raksasa bernama dinosaurus. Keberadaan dinosaurus di masa lampau sendiri diketahui berkat penemuan fosil tulang belulang mereka. Namun fosil tulang bukanlah satu-satunya jejak peninggalan yang digunakan oleh para ahli untuk mengidentifikasi dinosaurus.
Belum lama ini, tim ilmuwan yang berasal dari Brazil dan Inggris berhasil menemukan jejak kaki raksasa di Lesotho, Afrika bagian selatan. Jejak tersebut diketahui berbentuk tiga jari dengan panjang 57 cm dan lebar 50 cm. Pengamatan pada jejak kaki tadi menunjukkan kalau pemilik jejak kaki ini mungkin adalah dinosaurus karnivora besar yang berjalan dengan memakai dua kaki belakangnya.
?Dengan perkiraan panjang sekitar 9 meter dan tinggi pinggang 2,7 m, hewan ini hidup di sebuah wilayah yang biasanya didominasi oleh karnivora-karnivora kecil serta sejumlah dinosaurus herbivora dan omnivora,? kata tim ilmuwan yang dipimpin oleh Lara Sciscio dalam laporannya.
Jejak kaki tersebut diketahui berusia 200 juta tahun. Menurut Sciscio, hal tersebut menjadikan penemuan jejak kaki ini kian pentingkarena lazimnya dinosaurus yang muncul pada periode tersebut berukuran relatif kecil. Dinosaurus-dinosaurus berukuran besar baru mulai muncul secara luas pada masa 120 juta tahun yang lalu.
Dinosaurus pemilik jejak kaki tadi oleh para ilmuwan diberi nama ilmiah Kayentapus ambrokholohali. Nama tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan kepada Profesor David Ambrose dari Universitas Lesotho atas kontribusinya dalam penelitian fosil di Lesotho, sementara nama kholo dan hali diambil dari bahasa lokal Sesotho yang jika digabungkan memiliki makna ?sangat besar?.
