Bernas.id ? Masalah kondom tengah menjangkiti Uganda. Menurut kaum pemuda di negara tersebut, kondom yang beredar di Uganda berukuran terlampau kecil dan tidak nyaman dipakai. Pertemuan membahas AIDS yang digelar di distrik Moroto lantas digunakan oleh peserta untuk menyampaikan unek-uneknya kepada perwakilan Kementerian Kesehatan Uganda.
Simon Lokol adalah salah satu pemuda Uganda yang mengeluhkan kualitas kondom yang dibagi-bagikan oleh Kementerian Kesehatan. Menurut pemuda berusia 24 tahun tersebut, kondom yang ada sekarang berukuran terlalu pendek dan ketat sehingga rekan-rekan sebayanya enggan menggunakan kondom saat berhubungan badan.
Keluhan senada juga disampaikan oleh John Lokol. Menurut pengakuannya, kondom yang tersedia tidak bisa menutupi seluruh bagian alat kelaminnya. Mark Lomerinyang membenarkan hal tersebut sambil meminta agar perusahaan yang membuat kondom ini memproduksi kondom yang berukuran lebih besar.
Pemuda lain yang bernama Toney Lemukol menambahkan kalau sekarang kondom yang tidak terpakai malah dijadikan mainan oleh anak-anak. ?Pergilah ke pusat-pusat kesehatan. Anda akan melihat kotak-kotak kondom yang sudah kadaluarsa tanpa belum pernah dipakai sekalipun karena kondomnya terlalu kecil. Dan sekarang anak-anak malah menggunakannya sebagai ketapel untuk menembak burung,? kata Lemukol seperti yang dikutip AllAfrica.
Direktur kesehatan Distrik Moroto Ruise Ilukol di lain pihak justru tidak sependapat dengan keluhan kaum muda Uganda mengenai kecilnya ukuran kondom. Menurut Ilukol, alasan mengapa kondom-kondom yang sudah dibagikan pemerintah tidak nyaman dipakai adalah karena kaum pemuda setempat terlalu terburu-buru saat menggunakannya.
