Bernas.id ? Sudah menjadi rahasia umum kalau sekarang Tiongkok merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi paling pesat di dunia. Hal ini lantas berdampak pada kian banyaknya orang kaya baru yang datang dari negara tersebut.
Hal tersebut turut dikonfirmasi oleh lembaga finansial UBS dan PwC. Dalam laporan terbaru keduanya, sebanyak tiga perempat milyarder baru dunia berasal dari Tiongkok dan India. Namun sebagian besar kekayaan dunia masih dipegang oleh milyarder AS dengan nilai mencapai 2,8 trilyun dollar.
Jika laju pertumbuhan ekonomi yang terjadi sekarang masih terus berlanjut, diperkirakan Asia akan menggantikan AS sebagai wilayah dengan tingkat konsentrasi kekayaan tertinggi di dunia hanya dalam jangka waktu empat tahun.
Sebagai gambaran, jumlah milyarder baru yang berasal dari Asia dilaporkan bertambah sebanyak 117 orang. Jumlah milyarder baru yang berasal dari AS di lain pihak hanya berjumlah 25 orang. Secara berturut-turut, jumlah total milyarder di wilayah Asia dan AS adalah 637 dan 567 orang.
Masih menurut UBS, pesatnya laju pertambahan jumlah milyarder di Tiongkok terjadi berkat kondisi geopolitik Tiongkok yang stabil, meroketnya harga real estate di Tiongkok, bertumbuhnya golongan kelas menengah, dan adanya pengeluaran di bidang infrastruktur.
?Di Tiongkok, satu milyarder baru tercipta setiap 3 minggu,? kata kepala UBS cabang Tiongkok Qiong Zhang. ?Untuk para generasi pertama wirausahawan, yang menjadi fokus utama adalah membawa bisnis mereka ke pasar modal, meningkatkan pendanaan, serta penggabungan dan akuisisi perusahaan.?
Tren pertambahan jumlah milyarder di lain pihak tidak terlihat di Eropa. Selain akibat meninggalnya milyarder lama, regulasi yang ketat dan kultur bisnis yang konservatif menyulitkan perusahaan untuk berkembang di Benua Biru tersebut.
