Bernas.id ? Warga Jammu dan Kashmir tengah geger. Selama dua bulan Terakhir, kaum wanita di negara bagian India tersebut menjadi sasaran penyerangan oknum yang memotong rambut mereka. Menurut laporan BBC, sudah ada 40 kasus pemotongan rambut misterius yang terjadi di Kashmir sejak tanggal 6 September.
Tasleema Rouf adalah salah satu di antaranya. Menurut pengakuan wanita berusia 35 tahun tersebut, awalnya ia sedang berada di lantai atas rumahnya. Mendadak seseorang yang tidak ia kenal menyerang dan mencekiknya hingga tak sadarkan diri. Ketika Rouf ditemukan oleh suaminya, Rouf melihat kalau rambutnya sudah terpotong sebagian.
Tidak diketahui apa motif di balik insiden pemotongan rambut massal ini. Menurut partai BJP yang sekarang mendominasi pemerintahan India, insiden ini merupakan upaya yang dilakukan oleh golongan separtis dan anti-India untuk mengusik kedamaian. Kebetulan wilayah Jammu dan Kashmir hingga sekarang masih dipersengketakan oleh India dan Pakistan.
Tuduhan yang bertolak belakang dibuat oleh pihak-pihak yang berseberangan oleh pemerintah India. Menurut partai oposisi Konferensi Nasional, gelombang insiden ini menunjukkan kalau pemerintah India tidak berdaya dalam menjaga kehormatan kaum wanita Kashmir. Kelompok militan Hizbul Mujahidin mengklaim kalau insiden ini sebenarnya didalangi oleh pemerintah India sendiri untuk memojokkan kaum militan.
Masih terus berlanjutnya insiden ini lantas berdampak pada timbulnya gelombang demonstrasi di negara bagian Jammu dan Kashmir. Tidak sedikit dari aksi protes tersebut yang kemudian malah berakhir dengan bentrokan antara demonstran dengan aparat keamanan setempat.
Polisi Kashmir sendiri bukannya diam saja melihat insiden pemotongan rambut massal ini. Mereka mengaku sudah mendirikan satuan khusus dan mengumumkan imbalan tinggi bagi mereka yang bisa menangkap pelaku insiden ini.
Warga sipi; Kashmir yang sudah tidak sabar di lain pihak berinisiatif membentuk kelompok-kelompok patroli sendiri. Di sejumlah titik, gerombolan pria yang dilengkapi dengan tongkat pemukul terlihat mondar-mandir untuk memastikan kalau wilayah mereka aman dari pelaku serangan misterius ini.
