Bernas.id ? Tsunami alias ombak raksasa bukan hanya bisa terjadi di laut. Di danau pun, tsunami ternyata juga bisa terjadi. Danau Lucerne yang terletak di Swiss tengah diketahui pernah menjadi lokasi tsunami pada tanggal 18 September 1601. Sebanyak 8 orang dilaporkan tewas dalam insiden tsunami danau tersebut.
Informasi mengenai insiden itu sendiri didapat dari catatan kesaksian Renward Cysat. Menurut tulisannya, awalnya ia sedang bermukim di sebuah kota dan hendak kembali ke kota di tepi Danau Lucerne. Di tengah-tengah perjananan, mendadak ia merasakan guncangan hebat menyerupai gempa bumi.
Cysat kemudian melanjutkan perjalanannya dan menyaksikan benda-benda berserakan di tepi danau. Saat ia berbincang dengan warga lokal, warga tersebut mengaku kalau kondisi berantakan ini disebabkan oleh air setinggi gunung yang datang dari arah danau. Sejumlah korban diketahui sebagai anak-anak yang meninggal di pelukan ibunya.
Menurut tim ilmuwan yang dipimpin oleh Flavio Anselmetti, insiden menyeramkan tersebut disebabkan oleh peristiwa longsor raksasa di dasar danau. Akibat dorongan yang ditimbulkan oleh material longsor, air danau terdorong ke segala arah dan terkumpul menjadi ombak tinggi menyerupai tsunami ketika sudah mencapai tepi danau.
Anselmetti mengakui kalau insiden serupa bisa terulang lagi di masa depan. Pasalnya Danau Lucerne memiliki timbunan sedimen di dasar danau yang terus terakumulasi seiring berjalannya waktu. Namun Anselmetti dan rekan-rekannya sendiri tidak bisa memastikan waktu persis insiden ini terjadi karena peristiwa longsor danau ditentukan oleh banyak faktor.
?Kita tidak tahu apa yang mengendalikan ukuran pergerakan lumpur, perambatan danau, seberapa sering mereka bakal timbul, dan gempa macam apa yang bakal memicu longsor,? kata Anselmetti. Anselmetti merupakan anggota dari tim peneliti yang ditugaskan memantau Danau Lucerne dan melaporkan potensi bencananya kepada pemerintah Swiss.
