Bernas.id – Bontang, merupakan kota pesisir di tepian timur Pulau Kalimantan. Berhadapan langsung dengan Selat Makassar, menjadikan kota ini memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Kekayaan alam tersebut bukah hanya berupa gas alam bumi, pupuk, dan batu bara, melainkan, kekayaan alam dalam bidang kelautan juga tersaji. Tidak hanya para pendatang yang penasaran dengan kegiatan wisata ini. Namun, penduduk Bontang pun memiliki minat yang besar untuk mengikuti kegiatan wisata alam ini.
Kegiatan yang didorong oleh karang taruna ini, memang merupakan kegiatan yang baru digalakkan beberapa tahun belakangan ini. Diawali dengan kegiatan karang taruna berupa pembudidayaan terumbu karang, akhirnya berkembang menjadi kegiatan wisata alam mengunjungi wilayah sekitar. Bontang Kuala, merupakan wilayah cikal bakal dari Kota Bontang. Di daerah ini pula, menjadi sumber dari kegiatan para pemuda lokal yang bersangkutan.
Tidak hanya menanam terumbu karang, kegiatan snorkling pun menjadi pilihannya. Anda belum pernah melakukan snorkling? Jangan khawatir. Pembimbing dan guide akan mendampingi Anda untuk dapat melakukannya. Selain itu, mengunjungi Pulau Segajah dan Sungai Balanda, menjadi tujuan wisata berikutnya. Mengunjungi kedua daerah tersebut merupakan kegiatan menelusuri sejarah perjuangan bangsa ini. Bagaimana tidak? Peserta ecotourism ini akan mengunjungi wilayah Sungai Balanda yang merupakan tempat persembunyian penjajah dalam masa peperangan dahulu. Seru bukan?
Kegiatan wisata alam pun masih berlanjut dengan kegiatan mengunjungi hutan mangrove. Sebagai daerah pesisir, tentu saja keberadaan mangrove melindungi ekosistem yang ada. Selain itu, keberadaan mangrove juga dapat menjadi sumber kekayaan alami lainnya. Selain menjadi wilayah wisata dengan keberadaan hutan mangrove yang asri, tumbuhan ini dapat menjadi sumber olahan baru. Dodol, keripik, dan sirup merupakan beberapa contoh olahan yang berasal dari buah tanaman ini.
Keberadaan Bontang Kuala dengan ciri khas sebagai perkampungan di atas air, juga menjadi daya tarik tersendiri. Jalan, rumah, masjid, hingga puskesmas dan kantor polisi juga dibangun di atas perairan dengan menggunakan kayu ulin. Ulin merupakan kayu khas Kalimantan. Dan yang lebih uniknya adalah kayu jenis ulin ini memiliki ketahanan walaupun terendam air. Bahkan diyakini akan semakin kuat, termasuk pula terhadap air asin.
Jadi, buat Anda yang penasaran dengan wisata alam ini, silakan datang ke Kota Bontang. Wilayahnya yang asri serta penduduk yang ramah, siap menyambut Anda.
