Bernas.id ? Arab Saudi dan sekutunya kian serius dalam menanggapi konflik di Yaman. Reuters yang mengutip informasi dari kantor berita SPA milik pemerintah Arab Saudi mengabarkan kalau pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi bakal melakukan blokade darat, laut, dan udara ke wilayah Yaman.
Keputusan tersebut diambil sebagai tanggapan atas serangan misil yang dilakukan oleh kelompok militan Houthi ke ibukota Arab Saudi. Namun pasukan koalisi berjanji kalau bantuan kemanusiaan ke wilayah Yaman tetap bakal diperbolehkan masuk.
Misil yang diluncurkan ke kota Riyadh pada hari Sabtu (4/11/2017) tidak sampai menimbulkan korban jiwa karena berhasil ditembak jatuh terlebih dahulu oleh militer Arab Saudi. Juru bicara Houthi seperti yang dikutip oleh Al Jazeera menyatakan kalau serangan misil tersebut dilakukan sebagai balasan atas keterlibatan Arab Saudi dalam konflik Yaman.
Insiden serangan misil tadi turut menuai tanggapan dari Presiden AS Donald Trump. Ia menuduh Iran sebagai dalang serangan tersebut, namun ketua Garda Revolusi Iran menyanggah tuduhan Trump tadi sambil menyebutnya sebagai fitnah. Iran sendiri sudah lama dituduh menjadi pemasok utama Houthi karena baik Iran maupun Houthi sama-sama didominasi oleh penganut sekte Syiah.
Perang di Yaman bermula ketika kelompok militan Houthi menduduki ibukota Yaman. Negara-negara Arab yang salah satunya adalah Arab Saudi kemudian melakukan serangan udara ke kota Yaman sejak tahun 2015 untuk mengalahkan Houthi. Menurut PBB, setidaknya sudah ada 10 ribu orang tewas akibat perang yang terjadi di Yaman.
